Durian Pecah, Motif Batik Khas Jambi

Mendengar kata batik yang terlintas adalah kain batik yang berasal dari Pekalongan maupun yang berasal dari beberapa daerah terkenal di pulau Jawa dengan berbagai corak serta warnanya.

Tak banyak yang tahu soal keberadaan batik Jambi. Sejarah batik Jambi bermula dari jamannya Kesultanan Melayu di Jambi, dan hanya diperbolehkan untuk lingkungan keluarga sultan.

Pada jaman itu, sangat jarang orang yang membuat kerajinan batik Jambi. Akhirnya hanya orang-orang bangsawan dan golongan ekonomi tinggi yang mampu mendapatkan batik Jambi.

Baca juga:
10 Motif Batik Khas Tangerang Ini Mulai Tersohor
Gajah Oling,Batik Khas Banyuwangi yang Bertuah dan Mistis

Baru pada dekade 1980-an dilakukan pengembangan dan pembinaan batik Jambi secara massal oleh pemerintah Jambi. Dari sinilah batik Jambi baru mulai dikenal luas.

Sejak masa Kesultanan tersebut, motif utama batik khas Jambi adalah flora dan fauna. Hingga saat ini, motif tersebut masih banyak digunakan para perajin batik di Jambi.

Hal ini tidaklah terlepas dari ragam hias batik Jambi yang ditentukan oleh faktor estetika maupun filosofinya yang digali dari faktor lokal berupa keadaan geografis, kebudayaan, kepercayaan, hasil seni serta kerajinan setempat.

Sebagai hasil karya yang berasal dari kelas bangsawan pada saat itu, batik Jambi memiliki karakteristik seperti halnya seorang bangsawan. Corak serta warna batik Jambi pada saat itu menghasilkan kesan mewah, elegan, dan mempunyai arti yang mendalam.

Keunikannya adalah motif yang tidak pernah mempelihatkan rangkaian sesuatu.

Secara keseluruhan, batik Jambi merupakan satu kesatuan dari elemen-elemen yang terdiri dari titik, garis, bentuk, warna dan tekstur. Kesatuan elemen ini, menciptakan keindahan melalui pengulangan, keseimbangan, dan kekontrasan yang mengandung nilai kultur setempat, opini dan nilai-nilai filosofis.

Salah satu batik Jambi yang terkenal adalah motif batik Jambi Durian Pecah. Hal ini mempunyai arti bahwa kulit durian yang berkulit kasar dan tajam memiliki isi yang halus, lunak dan lembut. Inilah yang menjadi alasan mengapa buah durian dalam motif ini harus dipecah atau dibuka untuk melihat kualitas paradoksalnya.

Makna lain dari motif batik durian ini menggambarkan dua bagian kulit durian yang terbelah, tetapi kuli durian ini masih menempel pada tangkainya. Kedua belah kulit durian ini mempunyai makna pada masing-masing bagiannya yaitu belahan pertama menggambarkan pondasi iman dan takwa, pada bagian kedua memiliki arti ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dari makna tersebut dapat disimpulkan bahwa segala pekerjaan harus dilandasi dengan iman dan takwa sebagai pondasinya serta diiringi ilmu pengetahuan dan teknologi agar mendapatkan hasil pekerjaan yang baik dan memuaskan secara maksimal.

 

Penulis : Atung Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *