Bagaimana Membuat Batik Jumputan?

Setelah mengenal lebih dekat dengan teknik batik jumputan, kini ada baiknya kamu juga mengetahui cara pembuatan batik jumputan. Dalam pembuatan batik jumputan sendiri terdapat duat teknik yakni teknik ikat dan jahitan.

Ikat

Dalam pembuatan batik jumputan teknik ikat berarti median yang diikat akan menimbulkan motif. Cara mengikatnya pun harus kencang supaya pada saat dicelup, bagian yang terikat tidak ikut kena pewarna.

Baca juga:
Ternyata, Motif Batik Ini Disukai Artis Hollywood
Cap Batik dari Kaleng Bekas Hasil Kreasi Siswa Berkebutuhan Khusus

Cara mengikatnya cukup sederhana. Pegang dua permukaan kain dengan ujung jari, kemudian permukaan kain tersebut bisa diikat, baik menggunakan ikatan tunggal ataupun jamak. Cara mengikat dalam batik jumputan sangatlah beragam, mulai dari ikatan datar, miring dan kombinasi dengan teknik lipat serta gulung.

Jahitan

Teknik ini sedikit lebih rumit dibandingkan teknik ikat. Kain harus diberi pola dulu, kemudian dijahit dengan menggunakan tusuk jelujur memakai benang. Selanjutnya benang ditarik sekuat mungkin hingga bagian yang dijahitmengkerut serapat mungkin.

Kain yang sudah berkerut ini saat dicelup tidak akan kena warna. Teknik jahitan akan menghasilkan pola berupa titik-titik yang seperti menyambung membentuk sebuah gambar. Saat menggunakan teknik jahitan usahakan memakai benang yang tebal dan kuat seperti benang plastik atau sintetis, benang jins, atau bahkan benang sepatu.

Setelah mengetahui dua jenis teknik jumputan, kamu juga perlu memperhatikan proses pewarnaan yang digunakan. Seperti diketahui ada dua jenis pewarna pakaian, pewarna alami dan pewarna sintetis.

Masa sekarang, pembuatan batik jumputan biasanya menggunakan pewarna sintetis karena banyaknya jumlah warna yang bisa didapatkan. Sehingga jika kamu ingin mendapatkan gradasi warna yang lebih banyak bisa menggunakan pewarna sintetis.

 

Penulis : Atung Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *