Produk Kerajinan Tangan Kayu Karya Warga Binaan Lapas Banyuwangi Ini Telah Diekspor ke Korea Selatan

Siapa bilang kerajinan tangan yang bernilai jual tinggi hanya bisa dibuat oleh seniman? Di lembaga pemasyarakatan (lapas), warga binaan juga bisa melakukan hal yang sama dengan orang-orang di luar lapas.

Hal ini telah dibuktikan oleh warga binaan lapas Banyuwangi, Jawa Timur yang berhasil menciptakan produk kerajinan tangan yang begitu bernilai dan berharga.

Meski berada di balik jeruji besi, namun para warga binaan lapas Banyuwangi ini bisa berkarya dan menghasilkan sesuatu yang membanggakan. Bahkan kini bukan hanya para warga binaan yang merasakan kepuasan, sebab pemerintah daerah Banyuwangi juga mengapresiasi sesuatu yang telah dilakukan para warga binaan lapas tersebut.

Dengan kreativitas dan keterampilan tangannya, para warga binaan ini memang telah mampu menghasilkan karya kerajinan tangan yang berkualitas  dalam wujud peralatan makan khas Korea dari kayu.

Menariknya, produk kerajinan yang dihasilkan para warga binaan ini telah sukses menembus pasar mancanegara. Ya, peralatan makan yang dibuat dengan tangan ini memang sudah dipasarkan ke beberapa negara seperti Jepang dan Busan, Korea Selatan.

Untuk pasar Korea Selatan yang masih baru, mereka bekerja sama dengan pihak lain. Tapi untuk pemasaran ke Jepang, produk kerajinan dari para warga binaan ini sudah rutin diekspor setiap satu bulan sekali.

Beberapa kerajinan tangan berwujud peralatan makan yang di ekspor ke Korea Selatan terdiri beberapa produk seperti mangkuk, piring, baki dan tempat nasi. Jumlah produk yang dikirim atau diekspor  ke Korea Selatan pada periode bulan Maret 2017 kemarin mencapai 12.572 buah item. Produk kerajinan tangan dari kayu ini dikirim dengan menggunakan kontainer.

Menurut Kepala Lapas Banyuwangi, Harimin, hasil kerajinan tangan berwujud peralatan makan dari kayu yang dihasilkan para warga binaan di sini memang bagus dan berkulitas. Tak ayal bila kemudian pihak dari Korea Selatan memesannya.

Untuk bekal keterampilan membuat kerajinan ini sekitar 740 warga binaan kelas II B Banyuwangi ini diberi pengajaran oleh pihak ketiga. Setelah mereka mampu menghasilkan produk yang bagus dan berkualitas, para warga binaan ini juga mendapatkan upah yang lumayan menarik dari setiap satu buah kerajinan yang dihasilkan.

Umumnya satu warga binaan dalam satu hari mampu menghasilkan 60 produk kerajinan.

Menurut Yusuf Widyatmoko selaku Wakil Bupati Banyuwangi, apa yang dilakukan para warga binaan di sini sangatlah membanggakan. Sebab, mereka mampu menunjukkan hal yang positif dan bermanfaat untuk dirinya dan juga untuk daerah serta bangsanya dalam memajukan perekonomian daerah dan nasional.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *