Batik Sojiwan yang Motifnya Berasal Dari Relief Candi

Selama ini motif batik yang ada di Indonesia sebagian besar berasal dari kehidupan manusia, simbol sebuah kota ataupun tumbuhan dan hewan. Namun tahukah kamu ada sebuah motif batik yang diambil dari relief candi? Ya, batik itu ada dan bernama batik Sojiwan.

Motif batik Sojiwan sendiri diambil dari relief Candi Sojiwan yang merupakan sebuah candi agama Budha. Candi Sojiwan sendiri berada di kawasan Siva Plateau Prambanan yang banyak terdapat peninggalan bangunan candi, baik berlatar belakang Hindu dan Budha.

Penggunaan relief Candi Sojiwan sebagai motif bertujuan untuk mewariskan kebudayaan relief candi tersebut yang terancam musnah. Demi memberitahukan kepada generasi selanjutnya, relief itu akhirnya dituangkan kepada motif batik yang dikenal dengan Batik Sojiwan.

Motif Batik Sojiwan saat ini telah memiliki 16 motif utama dan kombinasi motif yang lebih dari 20 jenis. Beberapa fabel di Candi Sojiwan yang menjadi motif batik seperti kisah persahabatan kambing dan gajah yang tertuang dalam motif Mendo Liman.

Tak hanya itu ada juga cerita kepiting yang membalas budi dalam motif Ceplok Astapada dan cerita seekor angsa berleher dua yang dituangkan pada motif Kumudawati.

Keunikan lain dari batik Sojiwan terdapat pada pewarna yang digunakan. Berbeda dengan batik kontemporer, batik Sojiwan yang masih baru ini menggunakan pewarna alami seperti tawas dan daun tunjung untuk mmeberikan warna di kainnya. Beberapa perajin batik Sojiwan memang menggunakan pewarna kimia, meski jumlahnya sedikit.

Para perajin batik Sojiwan saat ini bernaung dalam Kelompok Batik Sojiwan yang diprakasai langsung oleh UNESCO, BPCB Jawa Tengah dan Departemen Arkeologi FB UGM.

Berdirinya Kelompok Baik Sojiwan, diawali dengan observasi potensi masyarakat di sekitar Candi Sojiwan. Kegiatan ini dilanjutkan kegiatan aktualisasi yang kemudian diwujudkan dalam kegiatan pelatihan batik bekerjasama dengan BPCB Jawa Tengah dan Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta.

Sampai saat ini Kelompok Batik Sojiwan hanya mampu memproduksi 13 buah batik dari seluruh anggotanya yang berada dari Keluraahan Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Walau jumlahnya cukup sedikit, para pembeli dari kalangan kolektor dan orang asing tetap berminat karena memiliki keunikan dan corak tersendiri.

Bagi kamu yang tertarik mengoleksi Batik Sojiwan, setidaknya harus menyediakan uang IDR 450 ribu sampai IDR 500 ribu untuk membawa pulang Batik Sojiwan.

Harga tersebut tergantung dari lebar dan panjang kain. So, tertarik dengan Batik Sojiwan yang cukup unik ini, kamu bisa menjadikannya koleksi berharga ataupun busana.

Penulis : Atung Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *