Kamu Perlu Tahu, Inilah Asal Muasal Malam Batik

Mungkin sebagian besar dari kamu sudah tahu ataupun pernah membuat batik sendiri. Namun tahukah kamu bagaimana cara membuat malam atau lilin yang biasa digunakan dalam proses pembuatan membatik? Nah, artikel kali ini akan membahas masalah pembuatan malam.

Malam sendiri merupakan salah satu bahan utama dalam pembuatan batik, keberadaan malam sangat dibutuhkan untuk pembuatan batik tulis maupun cap. Umumnya, malam digunakan untuk memblok pola yang sudah digambar pada kain.

Bentuk asli malam bukanlah cairan, namun saat digunakan untuk membuat batik malam harus dicairkan dengan cara dipanaskan di atas kompor kecil. Selanjutnya malam diblok ke kain menggunakan alat yang bernama canting.

Baca juga:
Filosofi Warna Pada Batik Madura
Apa Itu Kain Kinran?

Fungsi utama malam adalah menjaga motif batik agar tidak berubah saat dilakukan proses pewarnaan kain. Malam dan pewarna sendiri memiliki sifat bertolak belakang, malam mengandung minyak dan pewarna mengandung air.

Awalnya, para pembuat batik menggunakan lilin dari sarang tawon atau lenceng untuk pelapis dalam proses menutup pola kain batik. Lilin dari sarang tawon inilah yang disebut malam oleh orang Jawa, sehingga wajar hingga kini pelapis dalam proses penutup pola kain batik disebut malam.

Seiring berjalannya waktu, banyak para pembuat batik mencapur malam murni dari sarang tawon dengan bahan lain dari tumbuhan seperti gondorukem (getah pohon pinus) dan damar mata kucing (getah dari pohon meranti).

Campuran malam dan tanaman tersebut berguna agar malam lebih lentur, sehingga malam tidak cepat pecah saat proses selanjutnya.

Walaupun sudah dicampur dengan dua jenis tumbuhan tersebut, malam tetap saja lama sekali meleleh. Akhirnya para perajin batik menambahkan lemak hewan atau minyak kelapa ke dalam malam untuk menurunkan titik didih malam. Hal ini sangat berguna agar proses pembuatan batik menjadi lebih cepat.

Sampai saat ini para perajin mempunyai formula tersendiri untuk membuat malam. Tidak ada panduan baku yang pasti dalam pembuatan malam. Namun komposisi bahan tetap diperhatikan dengan memiliki daya tahan terhadap air, cepat meleleh saat dipanaskan, dan tidak mudah pecah di kain.

Malam yang sudah digunakan juga bisa didaur ulang. Biasanya sisa malam yang sudah digunakan setelah melalui proses melorot akan dikumpulkan kembali dan akan diolah lagi untuk digunakan dalam produksi batik lainnya.

Bagi kamu yang tak mau repot membuat malam sendiri, kini bisa mendapatkan malam di toko-toko yang menjual peralatan batik. Harganya pun tergolong murah, mulai dari IDR 50.000 sampai IDR 100.00 per kilogram.

 

Penulis : Atung Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *