Jenis-Jenis Kain yang Biasa Digunakan Batik Indonesia (Bagian 2)

Pada bagian pertama artikel jenis kain untuk batik sudah dijelaskan tiga kain yakni Sutera, Katun dan Dobi. Ketiga kain tersebut memiliki keunggulan dan kekurangan tersendiri disaat kita membatik di atas kain tersebut.

Selain Sutera, Katun dan Dobi, masih ada tiga jenis kain yang biasa digunakan para perajin untuk menuangkan cantingnya menjadi sebuah karya batik. Ketiga kain ini juga kerap kali digunakan para perajin saat membuat batik. Berikut jenis kain yang juga biasa digunakan untuk membuat batik.

Kain Mori

Kain Mori sendiri dibedakan menjadi beberapa jenis lagi, di antaranya:

  • Mori Primissima, yakni kain Mori yang memiliki ketebalan tinggi dengan konstruksi anyaman yang rapat.
  • Mori Voalisima, yakni kain Mori dengan kualitas dapat dibilang sama dengan Mori Primissima, hanya saja ketebalan benangnya lebih rendah sehingga padat dan halus.
  • Mori Prima, yakni kain Mori yang sedikit lebih kasar dan ketebalan lebih rendah dari Mori Primissima.
  • Mori Biru yakni kain Mori yang lebih kasar dan termasuk bahan dengan kualitas rendah.

Kain Grey

Kain Grey merupakan sebuah kain yang warnanya memiliki putih alami karena tanpa melalui proses pemutihan. Kain Grey dibedakan menjadi beberapa jenis, diantaranya Kain Blacu, Kain Tenun yang dibuat oleh Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), dan Kain Tenun Gedhog. Kain jenis ini juga biasa dipakai oleh para perajin batik untuk menciptakan batik yang indah.

Kain Rayon

Kain Rayon merupakan kain dengan sifat hampir menyerupai kapas akan tetapi kekuatannya lebih rendah terutama terhadap zat alkali. Kendati demikian, Kain Rayon mempunyai keistimewaan yang sangat nyaman dikenakan dalam berbagai kondisi.

Kain ini konon amat nyaman Banyak sekali industri konveksi busana batik menggunakan batik berjenis Kain Rayon untuk membuat pakaian.

 

Penulis : Atung Nugroho

One Comment Add yours

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *