Ondel-Ondel, Antara Boneka Penolak Bala dan Identitas Betawi

Mendengar kata ondel-ondel kita akan langsung teringat Kota Jakarta. Ondel-ondel memang telah menjadi identitas bagi Jakarta dan masyarakat Betawi. \

Kesenian Ondel-ondel diyakini mulai ada dan dikenal masyarakat Betawi sejak tahun 1600-an. Hal ini terlihat dari banyaknya orang yang memainkan dan mengarak boneka besar ini pada waktu itu di pinggir-pinggir jalan.

Namun fungsi ondel-ondel saat itu sangat berbeda dengan sekarang. Jika saat ini ondel-ondel dijadikan sebuah tontonan untuk menyemarakkan acara dan pesta rakyat, maka dahulu ondel-odel ini berfungsi untuk penolak bala dan gangguan roh halus.

Karena dalam penggunaannya, ondel-ondel dimainkan dengan beramai-ramai maka boneka ini awalnya disebut dengan barongan. Dan karena difungsikan untuk mengusir roh jahat dan makhluk halus maka barongan dibuat dengan wajah yang seram.

Berbeda sekali dengan ondel-ondel saat ini yang memiliki wajah lucu dan tersenyum. Pada masa ondel-ondel bernama barongan, boneka ini sering ditanggap atau dipanggil oleh masyarakat untuk menjauhkan dari segala kesialan dan marabahaya yang ditimbulkan oleh gangguan manusia atau makhluk halus.

Karena Ondel-ondel dulu digunakan untuk hal-hal mistis maka dalam pembuatan boneka ini terbilang tidak sembarangan. Orang yang ingin membuat boneka barongan diharuskan terlebih dahulu mengadakan ritual dan juga membuat sesaji.

Ondel-ondel saat menghibur masyarakat sekitar di awal abad 20. Foto: nyoozee.com

Ritual dan sesaji ini dilakukan dengan tujuan agar nanti roh yang masuk ke boneka adalah roh baik yang mampu mengusir roh jahat.

Perubahan fungsi Ondel-ondel dari pengusir roh jahat menjadi media hiburan konon terjadi ketika kepemimpinan Gubernur Ali Sadikin sekitar tahun 1960-an.

Ketika itu Ali Sadikin mengubah wajah seram Ondel-ondel menjadi enak dilihat. Ondel-ondel yang juga diberi aksesoris baju kemudian ditampilkan dalam berbagai acara seperti sunatan, acara pernikahan, penyambutan tamu serta acara hajatan khas Betawi lainnya.

Untuk semakin memeriahkan acara, maka ondel-ondel diiringi oleh lagu khas Betawi beserta permainan alat musik Tanjidor, ketimpring, rebana dan lainnya. Sejak saat itu pula Ondel-ondel ditasbihkan menjadi salah satu kesenian khas Betawi dan juga identitas Jakarta.

Ondel-ondel saat ini dibuat dengan anyaman bambu. Bagian rambutnya dibuat dari ijuk.

Ondel-ondel dibuat umumnya dengan tinggi sekitar 2,5 meter dan garis tengah kurang lebih 80 cm. Awalnya, ondel-ondel pria dicat dengan warna merah, sedangkan ondel-ondel perempuan dicat berwarna putih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *