Mau Batik Suteramu Tetap Awet? Ikuti Cara Ini

Batik tidak hanya dibedakan atas corak, motif, dan warna. Harga sebuah batik juga ditentukan dari jenis kainnya. Setidaknya, ada tiga kain yang bisa digunakan untuk membatik yakni katun, wol dan sutera.

Dari ketiga jenis kain tersebut, batik dari kain sutera tentunya lebih mahal dibandingkan dengan jenis kain lainnya. Bagi kamu yang mempunyai koleksi batik kain sutera tentu dalam merawatnya juga perlu berhati-hati, karena harganya yang tidak murah.

Nah, bagi kamu yang belum tahu cara merawat batik kain sutera, berikut tips yang bisa diikuti.

Cuci dengan Dry Cleaning

Bagi kamu yang ingin batik suteranya tetap awet, ada baiknya menyerahkan pencucian batik itu kepada jasa pencuci profesional dengan cara dry cleaning. Dengan cara ini batik kain sutera kamu dipastikan akan bersih dan tidak cepat rusak.

Jangan Diremas dan Diperas

Bila kamu tidak mau mengeluarkan uang banyak hanya untuk mencuci batik kain sutera, kamu bisa mencucinya sendiri. Namun saat mencuci batik kain sutera gunakalah lerak atau deterjen dengan lembut dan air hangat sekitar 30 derajat celcius. Jika sudah, batik kain sutera jangan diremas dan diperas, sebaiknya usai dicuci biarkan kering dengan cara diangin-anginkan dan jangan terkena sinar matahari secara langsung.

Jangan Semprotkan Parfum

Bagi kamu yang ingin warna batik kain suteranya tidak memudar, hindari menyemprotkan parfum secara langsung ke permukaan kain batik. Hal ini perlu diperhatikan dengan serius terutama pada batik kain sutera yang menggunakan pewarna alami.

Gunakan Kain Pelapis Ketika Menyetrika

Saat kamu ingin menyetrika batik kain sutera kesayangan, jangan langsung menyetrika permukaan kainnya. Gunakanlah kain atau pakaian lain untuk melapisi batik sutera sebelum disetrika.

Simpan Batik di Tempat Kering dan Tidak Lembab

Untuk menyimpan batik kain sutera, usahakan lemari yang kamu gunakan benar-benar kering. Gunakan gantungan pakaian yang sudah dilapisi busa.

Selain itu, kamu juga bisa memasukkan pengharum lemari atau pewangi alami yang sudah melalui dua kali proses pencelupan dalam air panas dan dijemur hingga kering.

Penulis: Atung Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *