Ini Mitos yang Terkandung dalam Penciptaan Batik Bermotif Kuno Bagian-1

Batik merupakan karya seni yang merupakan warisan dari zaman kerajaan di Indonesia. Beberapa motif telah dipertahankan secara turun temurun selama ratusan tahun.

Namun tahukah kamu, batik bermotif kuno yang dibuat pada era kerajaan ini mempunyai mitos, terkadang mitos ini sudah menjadi legenda di kalangan masyarakat.

Bahkan, batik bermotif kuno ini dipercaya juga memiiki kekuatan magis untuk bisa melindungi yang mengenakan batik tersebut.

Batik Motif Sido Luhur

Batik motif Sido Luhur merupakan salah satu batik motif kuno yang sudah dibuat sejak ratusan tahun lalu. Pertama kali, Batik Sido Luhur dibuat oleh Ki Ageng Henis yang merupakan kakek dari Panembahan Senopati (pendiri kerajaan Mataram Islam).

Kemudian motif ini dimanifestasikan oleh Nyi Ageng Henis ke selembar kain.

Mitos yang dipercaya masyarakat, saat membatik Nyi Ageng Henis selalu megeng atau menahan nafas hingga malam yang di dalam canting habis.

Tujuannya agar konsentrasi dan doa yang dilafalkan dapat tercurah penuh ke kain batik tersebut. Selain itu, motif batik Sido Luhur ini dibuat khusus untuk anak keturunan Ki Ageng Henis dengan harapan pemakainya mempunyai pikiran luhur sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Batik Motif Parang

Motif ini diciptakan oleh raja pertama Kerajaan Mataram Islam, Panembahan Senopati saat masih bertahta pada 1530 sampai 1543.

Konon, motif Parang diciptakan ketika Panembahan melakukan tapa semadi sebelum menjadi raja di sebuah goa terletak di pinggir Laut Selatan. Kawasan ini sekarang terkenal dengan nama Pantai Parangkusumo.

Saat melakukan tapa dan semadi, Panembahan terkagum-kagum melihat goa yang banyak dipenuhi stalagmit dan stalaktit.

Menurutnya, ini sangat khas dan sangat indah saat dalam keadaan gelap. Panembahan Senopati kemudian memerintahkan para putri keraton untuk mencanting batik Parang ketika menjadi Raja Mataram. Hingga saat ini Batik Parang masih menjadi salah satu warisan keraton yang sangat berharga.

Mau tahu cerita selanjutnya? Klik di sini.

Penulis : Atung Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *