Menggali Jiwa Sosial Lewat Tradisi Beas Perelek

Anda pernah mendengar Beas Perelek? bagi yang tinggal di pedesaan, terutama di tanah sunda, tentu tidak asing mendengar istilah ini.

Kegiatan Perelek merupakan salah satu contoh bentuk dari kegiatan gotong royong untik membangun hubungan baik dengan sesama manusia. Kegiatan ini dijalankan dengan mengumpulkan beas atau beras dari seluruh warga desa.

Beras kemudian disimpan dalam sebuah tempat yang telah disediakan petugas di setiap pintu depan rumah warga. Nantinya beras tersebut akan dikumpulkan sepekan sekali oleh salah seorang petugas yang berkeliling memanggul karung dari rumah ke rumah.

Nama Perelek diambil dari padanan kata yaitu beas atau beras yang dijatuhkan ke dalam sebuah tempat hingga menimbulkan bunyi ‘prelek.. prelek’.

Selain beras, uang dalam bentuk koin jika dimasukan ke dalam tempat juga menghasilkan bunyi yang sama. Oleh karena itu, bunyi “prelek” kemudian diambil sebagai istilah dari kegiatan ini.

Pada awalnya beas perelek digunakan untuk mengantisipasi bencana alam, agar stok pangan tetap tersedia saat bencana menerjang. Selain itu, beras juga dapat diuangkan apabila ada warga yang sangat membutuhkan.

Sampai saat ini kegiatan perelek masih berfungsi sama, yaitu digunakan dan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.

Tujuan kegiatan Beas Perelek adalah untuk menanamkan kepercayaan dan meningkatkan jiwa gotong royong yang kuat bagi masyarakat, mengumpulkan beras atau uang dari seluruh warga desa untuk membantu warga yang kesulitan atau terkena musibah, dan mempererat tali silaturahmi dengan antar warga.

Selain itu, Beas Perelek juga menjadi usaha untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan membantu program pembangunan wilayah, baik pembangunan fisik maupun pembangunan sosial.

Dalam tradisi ini masyarakat juga dilatih untuk memiliki jiwa berkorban dari hal yang paling kecil. Dari sini perkembangan masyarakat pedesaan pun bisa lebih maju dengan mempertahankan nilai kebersamaan dan semangat gotong royong.

Sebenarnya kegiatan Beas Perelek tidak hanya dapat dikembangkan di daerah pedesaan, tetapi dapat dikembangkan juga di kota-kota besar. Dengan demikian, maka warga lingkungan sekitar akan sama-sama bisa hidup sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *