Menyelami Motif Parang Tradisional yang Sarat Makna

Motif Parang adalah salah satu motif batik klasik tertua yang paling menonjol dari sekian banyak motif Batik Indonesia. Filosofi mendalam yang mendasari terciptanya motif ini membuat Parang termasuk motif yang sakral. Tidak semua orang boleh memakai motif ini.

Namun seiring perkembangan, motif ini banyak dimodifikasi sehingga dapat dipakai oleh masyarakat diluar keraton.

Banyak sekali makna yang beredar seputar motif Parang. Salah satu yang paling sering adalah berupa ilham dari pesisir pantai.

Bentuk parang diartikan sebagai ombak atau lereng karang yang melambangkan kekuatan. Digambarkan seperti ombak mempunyai arti semangat yang tak pernah padam. Sebagai karang ia menunjukkan kekuatan walaupun selalu diterjang ombak.

Parang termasuk dalam motif lereng dimana digambarkan miring seperti lereng pegunungan. Seperti halnya motif lereng, penggambaran kemiringan dan berulang-ulang tersebut menunjukkan pergerakan yang tak putus-putus.

Hal ini menggambarkan pergerakan hidup manusia yang diharapkan berkesinambungan.  Semangat dan kekuatan harus dijaga agar tetap ada. Garis diagonal dalam bentuk parang juga menggambarkan cita-cita luhur yang kokoh berpegang pada kebenaran.

Ada juga opini lain yang mengatakan bahwa parang adalah pisau besar yang dapat mempertahankan diri ataupun untuk menyerang dari berbagai hal yang mempunyai sifat merusak.

Motif parang mempunyai jenis yang beragam dan hingga saat ini masih terus di modifikasi hingga mencapai ribuan jenis.

Beberapa motif parang klasik seperti Parang Barong, Parang Klithik, Parang Rusak, Parang Kusuma, Parang Tuding, Parang Curigo, Parang Centing, dan lain-lain diciptakan mempunyai maksud-maksud khusus dengan pemaknaan tertentu.

Namun tetap ada acuan desain dasar yang harus dimiliki sehingga motif tersebut bisa dinamakan Parang. Mengambil salah satu acuan jenis Parang Rusak Barong, motif ini terbagi dari beberapa bagian yaitu Uceng, Mustika (kepala), Tuding (Tangan), Badan, Sayap, dan Intan.

Modifikasi motif parang apapun biasanya selalu menyertakan bagian-bagian tersebut.

Penulis : Pasattimur Fajar Dewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *