Kenapa Hari Jumat Pakai Batik?

Sejak 2 Oktober 2009 silam, UNESCO telah meresmikan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Hal tersebut memicu minat masyarakat untuk semakin mencintai dan mengunakan batik sebagai bagian dari fesyen keseharian.

Peningkatan minat batik pun tidak hanya terjadi di dalam negeri. Berdasarkan catatan Kementrian Perindustrian (Kemenperin), ekspor batik dan produk batik pada tahun 2015 mencapai USD 178 juta atau meningkat 25,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pasar utama ekspor batik adalah Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

Penggunaan batik di Indonesia khususnya, didukung pula melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 68 Tahun 2015 yang mulai diberlakukan pada 30 September 2015, mengenai jadwal penggunaan pakaian batik atau tenun untuk dinas PNS di lingkungan kementerian dalam negeri dan pemerintah daerah.

Hal ini kemudian diikuti pula oleh perusahaan-perusahaan swasta yang menerapkan penggunaan batik untuk karyawan, khususnya di hari Jumat.

Dalam perjalanan sejarah khususnya keagamaan dimana Indonesia merupakan salah satu negara dengan keragaman agamanya , hari jumat pun memiliki catatan dan makna penting dibaliknya. Dalam mitologi Hindu, Jumat memiliki nama lain yaitu Sukra.

Diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti Pelanet Venus. Sukra merupakan nama seorang acarya dan merupakan salah satu graha yang mengusai planet Venus.

Umat muslim menyakini bahwa  Jumat merupakan hari dimana Allah menciptakan Nabi Adam dan mewafatkannya. Selain itu Jumat diyakini pula sebagai hari orasi perdana Rasulullah Shallallahu`alaihi Wa Sallam di Masjid Madinah pada 1 Hijriah.

Bagi umat kristiani, Hari jumat diyakini sebagai hari kelima dalam peristiwa penciptaan, dimana Allah menciptakan binatang di bumi dan  manusia pertama yaitu Adam dan Hawa.

Dalam kisah kitab suci perjanjian baru, Umat kristiani menempatkan hari Jumat yang sering disebut Jumat Agung sebagai hari wafatnya Yesus Kristus atau Isa Almasih.

Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, hari jumat pun memiliki catatan penting yaitu dibacakannya teks proklamasi oleh Ir. Soekarno dengan didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta bertempat di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat.

Selain itu, pengukuhan batik Indonesia oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009 pun adalah hari Jumat.  Oleh karena itu, hari Jumat menjadi cukup lekat dengan budaya, keagamaan dan perjalanan penting sejarah masyarakat Indonesia.

Dikutip dari hasil survei litbang kompas 2015, 37% responden memiliki batik 6 hingga 10 potong. 19% responden memiliki lebih dari 11 potong batik.

Hasil survei tersebut juga menampilkan 38% responden menyatakan bahwa pengunakan batik bisa kapan saja atau tidak terikat waktu. Sedangkan 58% responden menggunakan batik untuk acara-acara penting.

Batik identik dengan acara-acara penting juga diperkuat dengan sejarah panjang batik dimana pada awal mula penyebarannya, batik banyak digunakan dikalangan keraton. Hal tersebut terlihat dari motif-motif yang menyimbolkan kekuasaan dan kekuataan seperti motif Parang, Nitik (Cakar), Gringsing, dan Lereng Tahtit Garuda.

Penulis : Eddy Sukmana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *