Motif Batik Rifaiyah yang Sarat Ajaran Agama

Keunikan Batik Rifaiyah terlihat dari motifnya. Ada beberapa pakem dalam membuat batik Rifaiyah.

Motif Batik ini biasanya menggambarkan flora tumbuh-tumbuhan. Mereka sangat menghindari penggambaran mahluk hidup seperti hewan dan manusia. Namun banyak juga motif yang menggambarkan hewan.

Hewan yang digambarkan harus disamarkan dan digambarkan dalam keadaan mati. Hewan biasanya digambarkan tanpa kepala, ataupun dalam keadaan kepala patah, atau termutilasi.

Terkadang kepala hewan diganti dengan gambar bunga, dan kaki hewan diganti dengan gambar ranting tanaman. Hal ini dilakukan agar sesuai dengan hukum Islam dimana tidak memperbolehkan memakai pakaian yang ada gambar mahluk hidupnya. Penggambaran ini dimaksudkan agar pembuat dan pemakai batik tersebut terhindar dari perbuatan Syirik.

Dalam pembuatannya, Batik Rifaiyah melewatkan proses njaplak (membuat desain di kertas lalu dijiplak di kain). Mereka langsung menggambar motif pada kain dengan menggunakan canting dan malam.

Pekerjaan ini membutuhkan ketelatenan dan kepiawaian pembatik untuk menghindari kesalahan. Dalam hal warna, kebanyakan batik Rifaiyah hanya menggunakan dua atau tiga warna.

Ada sekitar 17 jenis motif Batik Rifaiyah yang berkembang, namun hanya empat motif yang biasa muncul.

Yang paling terkenal adalah Motif Mpelo Ati. Motif ini menggambarkan dua motif ayam yang tentu digambarkan dalam keadaan terpenggal. Pada bagian tubuhnya ada ragam hias berbentuk hati, sedangkan di tubuh lainnya adalah ampela ati.

Ayam adalah simbol dari mahluk hidup, dimana ragam hias hati menggambarkan hati yang dimiliki setiap mahluk hidup. Ampela ati adalah saluran kotoran dalam mahluk hidup yang menggambarkan sifat buruk dalam diri.

Dalam motif ini, ampela ati juga digambarkan dalam bentuk tanaman yang tersebar di luar tubuh Ayam. Hal ini menunjukkan bahwa mahluk hidup harus membuang jauh-jauh sifat buruk dari dirinya. Ragam hias pelo ati memiliki pemaknaan dakwah terhadap ajaran Ahmad Rifa’i mengenai ilmu tasawuf.

Batik Rifaiyah juga adalah simbol perlawanan terhadap Belanda yang kala itu menjajah Indonesia. Kaum Rifaiyah mengharamkan penggunaan Batik Belanda yang banyak menggambarkan mahluk hidup. Mereka menganggap Belanda tidak hanya menjajah dalam hal luar atau busana, namun juga memasuki wilayah keimanan dan keagamaan.

 

Penulis : Pasattimur Fajar Dewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *