Petik Laut Muncar, Tradisi Khas Masyarakat Pesisir Banyuwangi

Orang Jawa memang dikenal sebagai masyarakat yang memiliki budaya dan adat istiadat yang telah mengakar serta bernilai tinggi. Salah satu budaya atau tradisi orang Jawa yang telah lama mendarah daging ada pada masyarakat pesisir Muncar di Selatan Banyuwangi, Jawa Timur.

Mereka menyebutnya dengan upacara Petik Laut Muncar. Upacara Petik Laut pada masyarakat kecamatan Muncar ini memang sudah sangat melegenda karena telah dilakukan sejak masa kerajaan Blambangan. Bukan hanya sebagai tradisi, upacara Petik Laut \ ternyata juga memikat para wisatawan untuk menyaksikannya.

Upacara Petik Laut Muncar digelar setiap tanggal 15 Syuro kalender Jawa atau 15 Muharram kalender Islam. Tradisi dari yang muncul dari budaya pada masyarakat maritim ini terdiri dari beberapa agenda. Satu hari sebelum digelar upacara, masyarakat Muncar akan menggelar khataman Al-Qur’an serta pengajian. Setelah semalaman menghabiskan isi Al-Qur’an maka pada keesokan harinya masyarakat pun akan siap untuk agenda utama Petik Laut.

Agenda utama upacara Petik Laut Muncar adalah melarung sesaji ke tengah laut. Sebelum dilarung, sesaji yang berisi kepala kambing, dua ekor ayam, buah-buahan, kue, serta pancing dari emas ini akan diarak keliling kampung hingga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di kecamatan Muncar dengan sebuah “gitik” atau miniatur perahu kecil. Arak-arakan ini dikenal dengan istilah Ider Bumi.

Foto:
Foto:

Setelah prosesi Ider Bumi rampung digelas, akan ditampilkan tarian Gandrung untuk mengiringi sesaji yang dibawa ke kapal nelayan. Setelah didoakan, kegiatan larung sesaji ke tengah laut pun dilakukan dengan sebuah kapal.

Kapal nelayan yang dipakai untuk larung sesaji ini akan dilengkapi dengan sistem suara yang memutar musik tradisional serta hiasan ornamen-ornamen nan indah. Kegiatan utama ini dipimpin oleh seorang pawang petik laut dari awal pemberangkatan  ke tengah laut hingga kembali lagi ke daratan.

Sebelum kembali ke Muncar, kapal akan terlebih dahulu menuju Sembulungan untuk melarung kedua kalinya dan juga berziarah ke Makam Sayid Yusuf. Sayid Yusuf dianggap sebagai orang penting dan berjasa di Muncar karena ialah yang pertama kali membuka Tanjung Sembulungan.

Foto: jalanasyik.wordpress.com
Foto: jalanasyik.wordpress.com

Sekembalinya dari larung sesaji di lautan maka warga akan akan mandi dengan harapan mereka akan memperoleh berkah yang melimpah dari Sang Hyang Iwak atau Dewi Laut.

Seluruh rangkaian upacara atau tradisi Petik Laut Muncar ini dilakukan dengan harapan laut tidak mendatangkan bencana. Selain itu, tradisi ini juga menjadi wujud rasa syukur pada Sang Maha Pencipta atas segala rezeki hasil laut yang telah diperoleh selama ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *