5 Fakta Menarik Seputar Sejarah Batik yang Wajib Kamu Tahu

Kain batik memang identik dengan tanah air kita Indonesia. Sepanjang kaki menapak, pasti ada cerita dan cinta untuk karya seni bersejarah tinggi yang satu ini. Ingin tahu lebih jauh tentang sejarah dan hal- hal menarik lainnya seputar kain kebanggaan Indonesia ini?

Batik khas Indonesia sudah eksis sejak 1.500 tahun silam

Batik dipercaya telah ada di dunia sejak 1.500 tahun silam. Memang pernah ditemukan beberapa sampel kain tekstil dengan menggunakan teknik pola dan warna yang mirip dengan batik di Mesir, India dan China. Namun, dari seluruh temuan tersebut tidak ada yang sedetil atau serumit seperti yang ditemukan di Pulau Jawa, Indonesia.

Sumber foto: batik-tulis.com
Sumber foto: batik-tulis.com

Konon, sejarah batik di Indonesia didominasi dari era Majapahit yang berlanjut hingga masa Kerajaan Mataram di Yogyakarta dan Solo. Pengaruh kebudayaan Jawa berbaur dengan masuknya Islam juga menghasilkan perkembangan corak dan motif yang semakin menarik seperti tumbuh- tumbuhan, wayang, relief candi, dan lain sebagainya.

Batik dulunya hanya digunakan oleh kaum kerajaan dan keraton.

Foto: keratunnousantara.com
Foto: keratunnousantara.com

Beberapa ahli sejarah meyakini bahwa batik adalah jenis pakaian bertaraf seni tinggi dan hanya digunakan segelintir kaum kerajaan dan keraton. Teknik yang detil serta pengerjaan kain tekstil berkualitas tinggi semakin memperkuat dasar penjelasan tersebut.

Namun, seiring pergeseran waktu serta lalu-lalang anggota istana dan keraton yang kembali ke daerah masing- masing di Indonesia, terjadilah perkembangan tren Batik yang ikut meluas ke lapisan rakyat jelata. Pada akhir abad ke-18, batik pun semakin berkembang dan meluas penggunaannya di masyarakat umum, sehingga batik akhirnya berganti status menjadi pakaian umum untuk rakyat awam.

Wanita Indonesia menjadi salah satu penyebab berkembangnya batik.

Sumber foto: abduhharis21.wordpress.com
Sumber foto: abduhharis21.wordpress.com

Kesenian batik lukis semakin digandrungi terutama oleh kaum wanita saat itu yang memang masih akrab dengan tradisi kesenian.

Batik kian mantap menjadi trademark pakaian rakyat Indonesia dibarengi dengan perkembangan emansipasi wanita di negeri kita. Tidak lagi hanya mahir di urusan dapur, wanita Indonesia turut memamerkan keahlian menarikan canting di secarik tekstil untuk dibudidayakan.

Pemasaran Batik semakin merata sejak Perang Dunia I

Berakhirnya Perang Dunia I juga menandakan babak baru batik di Indonesia. Tingginya peminat batik serta usaha konsisten memopulerkan batik terjadi secara berkesinambungan sehingga produktivitas meningkat. Pedagang batik pun semakin bertambah jumlahnya.

Di Jakarta, Tanah Abang menjadi saksi sejarah mencuatnya batik bagi penggemarnya. Batik- batik produksi daerah, seperti Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Tasikmalaya, Ciamis, Cirebon, dan daerah lainnya dikumpulkan di pusat grosir itu. Dari Tanah Abang, batik disebarluaskan ke luar Jawa.

Batik penuh kontroversi dan Penghargaan Unesco

Sumber foto: http://1.bp.blogspot.com/_lcIp8D8bo-o/TUfckqJxTQI/AAAAAAAAACU/NeFsJPMgmtk/s1600/batik1.png
Sumber foto: http://1.bp.blogspot.com/_lcIp8D8bo-o/TUfckqJxTQI/AAAAAAAAACU/NeFsJPMgmtk/s1600/batik1.png

Negeri jiran Malaysia pernah mencoba mengklaim kepemilikan atas batik Indonesia sebagai peninggalan budaya mereka. Namun pemerintah Indonesia langsung mengambil upaya untuk mengusut sejarah batik secara lengkap, hingga akhirnya  Indonesia resmi mendaftarkan batik ke dalam jajaran daftar representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia UNESCO pada tahun 2008.

Tepat pada 2 Oktober 2009, Indonesia dikukuhkan sebagai pewaris sah batik oleh UNESCO. Tanggal tersebut juga menjadi sejarah yang ditetapkan kini sebagai Hari Batik Nasional. Untuk merayakannya, Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono serta Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menyerukan warga untuk rajin berbatik sebagai bagian dari aktivitas sehari- hari.

Nah, bagaimana? Menarik dan membanggakan sekali bukan penelusuran sejarah batik yang begitu penuh dengan perjuangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *