Aplikasi Batik Pada Bambu, Bagaimana Cara dan Prosesnya?

Motif batik biasanya ditorehkan di sebuah kain. Namun apa jadinya bila gambar motif yang umumnya diaplikasikan pada kain ini muncul di bambu? Tentu hal ini akan menjadi sesuatu yang menarik.

Aplikasi batik pada bambu bisa berwujud beragam produk kerajinan seperti pigura, boks tisu, tirai jendela, vas bunga, nampan, tempat pensil, keranjang, hiasan dinding, hingga radio batik bambu dan lain sebagainya.

Saking uniknya, produk batik di bambu ini, maka tak ayal bila kemudian banyak konsumen yang meminatinya. Buktinya, pemasaran produk kerajinan aplikasi batik pada bambu ini sudah mencapai mancanegara.

Proses pembuatan bambu batik ternyata juga unik. Proses aplikasi batik pada bambu ini memiliki teknik yang berbeda dengan penerapannya pada kain.

Pemilihan Bahan dan Perebusan

Bambu yang dipilih dalam kerajinan tangan ini haruslah yang berkualitas baik. Setelah itu, bambu dipotong sesuai kerajinan yang akan dibuat. Bambu kemudian direbus supaya ketika dilakukan finishing bambu tidak mengalami kerusakan.

Sumber foto: puasmanagement.com
Sumber foto: puasmanagement.com

Penjemuran, Pengamplasan dan Pemberian Pola

Bambu dijemur diterik matahari yang cerah hingga bambu benar-benar kering. Setelah kering, bambu langsung diamplas sampai permukaannya halus secara keseluruhan. Setelah diamplas, maka saatnya melakukan pembentukan pola batik yang diinginkan pada bambu. Ketika tahap pembentukan pola ini dibutuhkan sebuah keahlian yang baik sebab hal ini dilakukan dengan cara manual dengan menggunakan tangan.

Pembatikan dan Pewarnaan Motif

Proses pembatikan menggunakan lilin atau malam pada pola yang sudah dibuat sebelumnya. Setelah proses pembatikan selesai, lanjutkan dengan proses pewarnaan motif dengan warna yang dikehendaki. Motif kemudian dilapis dengan malam.

Sumber foto: puasmanagement.com
Sumber foto: puasmanagement.com

Pewarnaan Dasar dan Perebusan

Selanjutnya, setelah bambu ditutup dengan malam maka dilakukan pewarnaan dasar pada seluruh bagian bambu dan direbus. Perebusan ini bertujuan agar malam terlepas dari bambu hingga motifnya terlihat. Setelah tahap perebusan untuk melepaskan malam ini selesai dilanjut lagi dengan tahap penemuran bambu hingga benar-benar kering.

Finishing

Finishing dilakukan dengan cara membatik dan melapisi motif dengan sistem NC agar motif dan warna lebih kuat. Tahapan akhir ini dilakukan dengan tujuan supaya produk aplikasi batik pada bambu tersebut mudah dibersihkan tanpa merusak warna. Proses finishing ini akan sangat efektif untuk aplikasi produk batik pada bambu yang berwujud tempat makan atau alas makan.

Sumber gambar :

  1. http://fedep.salatigakota.go.id/
  2. http://www.puasmanagement.com/
  3. http://www.puasmanagement.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *