Pameran Wastra, Apa Itu?

Pulau Kalimantan atau Borneo ditempati oleh tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunai Darussalam. Ragam budaya ketiga negara ini memiliki benang merah karena mayoritas etnis yang menghuni adalah Melayu dan Dayak. Dalam kehidupan masyarakatnya, seni wastra (kain tradisional) menjadi budaya yang sangat menonjol.

Keragaman dalam teknik pembuatan serta pengembangan motif wastra sangat mencerminkan kekhasan budaya pulau tersebut. Ketiga negara yang bernaung di Pulau Kalimantan akhirnya sepakat untuk mengadakan sebuah pameran wastra bersama. Penyelenggaraan pameran ini digilir bergantian oleh tiga negara ini.

Pada tahun 2016, tepatnya dari bulan Oktober hingga Desember, kegiatan ini diadakan di Sintang, Kalimantan Barat. Pesertanya berasal dari beberapa museum di Malaysia, Brunei, dan Indonesia.

Sumber gambar: Fajar Dewa
Sumber gambar: Fajar Dewa

Indonesia sendiri mengirimkan perwakilan dari beberapa museum di Kalimantan dan Pulau Jawa. Pembukaan kegiatan ini berlangsung meriah di Museum Kapuas Raya, dimana juga dibarengi dengan Festival Tenun Ikat Dayak. Banyak sekali kegiatan terkait wastra tradisional ini seperti lomba menenun, lomba memintal benang, hingga fashion show kain tradisi.

Sementara kain tradisi yang ditampilkan ketiga negara meliputi empat jenis teknik pembuatan wastra, yaitu Tenun Ikat, Pakan tambahan (songket), Sulaman, dan Kain Kulit Kayu. Tenun ikat sangat populer dibuat oleh masyarakat Dayak. Pembuatannya menggunakan alat tenun tradisional menghasilkan keunikan yang khas.

Sementara Pakan Tambahan, atau yang lebih terkenal dengan sebutan Songket dibuat oleh masyarakat melayu. Pembuatan kain ini biasa menggunakan benang emas dan perak. Sulaman yang terkenal adalah sulam tumpar dan sulaman manik-manik. Sulaman dapat berbentuk baju utuh ataupun sebagai elemen dekoratif yang digabungkan dalam wastra lain.

Sumber gambar: Fajar Dewa
Sumber gambar: Fajar Dewa

Kain kulit kayu sendiri berasal dari lapisan kulit kayu bagian dalam yang mempunyai serat. Jahitan sederhana ditambahkan untuk menyambung lembaran kain kulit kayu hingga membentuk sebuah baju atau celana yang biasa digunakan dalam upacara adat.

Beberapa tahun belakangan ini, pameran Wastra juga menampilkan kreasi kain batik. Walaupun batik bukan budaya wastra asli Kalimantan namun dalam sejarahnya juga telah digunakan di Kesultanan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur. Motif batik yang digunakan biasanya bernuansa geometris.

 

Penulis : Pasattimur Fajar Dewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *