Sintang, Kota Multietnis nan Harmonis

Sintang adalah sebuah Kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat yang luas wilayahnya didominasi oleh hutan tropis. Hutan lebat ini dianggap sebagai paru-paru dunia. Seperti kota-kota lain di Kalimantan, Sintang juga mempunyai banyak sungai.

Pusat kota Sintang terletak di daerah Saka Tiga, yaitu tempat bertemunya dua sungai besar: Kapuas dan Melawi. Di salah satu sisi Sakatiga berdiri bangunan Kerajaan Sintang yang telah ada sejak abad 13. Nama Sintang sendiri berasal dari kata Senetang yang artinya kerajaan yang diapit dua sungai. Bangunan kerajaan tersebut masih utuh sebagai Kesultanan dan kini juga difungsikan sebagai semacam museum.

Jika Anda ingin berwisata ke Sintang dari Jakarta dibutuhkan dua kali penerbangan. Pertama, Anda harus terbang ke Pontianak dulu, kemudian baru dilanjutkan ke Sintang.

Kepala suku Dayak di Sintang. Sumber gambar: Fajar Dewa
Kepala suku Dayak di Sintang. Sumber gambar: Fajar Dewa

Hal yang sangat menarik dari Sintang adalah budaya leluhur yang lestari berkembang di masyarakat. Masyarakat Sintang adalah masyarakat multietnis yang terdiri dari suku Dayak, Melayu, dan Tionghoa. Mereka semua hidup harmonis. Keharmonisan hubungan ketiga etnis menghadirkan suasana yang nyaman dan damai dalam kehidupan masyarakat Sintang. Dalam berbagai perayaan, Sintang selalu menampilkan seni budaya dari etnis tersebut dimana terkadang kesenian tersebut melebur menampilkan akulturasi budaya.

Jika ingin mengetahui keberagaman budaya di Sintang, Anda dapat berkunjung ke Museum Kapuas Raya yang terletak sekitar 10 km dari pusat kota Sintang. Museum ini sangat megah berdiri di dataran tinggi. Di dalamnya tersimpan berbagai koleksi bersejarah dan bernilai budaya tinggi yang berasal dari tiga etnis tersebut. Penyajian koleksi museum sangat indah dan artistik berkat kerjasama pemerintah setempat dengan Troopen Museum Belanda.

Ragam kerajinan tenun hasil kreasi masyarakat Sintang. Sumber gambar: Fajar Dewa
Ragam kerajinan tenun hasil kreasi masyarakat Sintang. Sumber gambar: Fajar Dewa

Suka Dayak adalah suku yang tertua dan terbanyak di Sintang. Hingga kini, mereka masih mewarisi dan melestarikan adat istiadat nenek moyang. Anda dapat berkunjung ke Rumah Bentang yang terletak di Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai jika ingin merasakan kehidupan Suku Dayak.

Rumah Bentang yang menjadi rumah keluarga oleh masyarakat lokal. Sumber gambar: Fajar Dewa
Rumah Bentang yang menjadi rumah keluarga oleh masyarakat lokal. Sumber gambar: Fajar Dewa

Rumah Betang adalah rumah adat besar yang ditinggali banyak keluarga. Rumah sepanjang 130 m dan lebar 16 m ini terdiri dari 29 bilik dimana ada 30-an keluarga yang menghuninya. Selain itu, dirumah ini juga terdapat sebuah aula panjang yang menjadi tempat berkumpul dan memamerkan kain tenunan khas  buatan para penghuninya.

Bagian dalam rumah Betang. Sumber gambar: Fajar Dewa
Bagian dalam rumah Betang. Sumber gambar: Fajar Dewa

Yang menarik, salah satu bilik rumah ini difungsikan sebagai guest house bagi mereka yang ingin merasakan hidup layaknya orang Dayak. Walau masyarakat Dayak di Sintang sangat ramah dan sangat menjaga keharmonisan hidup, namun Anda tetap harus mempelajari dan menghormati peraturan dan hukum adat mereka, karena mereka menerapkan hukuman adat bagi yang melanggar.

Masyarakat dayak juga mempunyai banyak hasil kerajinan khas. Yang paling terkenal adalah kain tenun ikat yang terkenal sangat rumit dalam pembuatannya. Selain tenun ikat, adapula kerajinan kain manik-manik, anyaman, dan kain kulit kayu.

Penulis : Pasattimur Fajar Dewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *