Kayanya Motif Batik Sumatera Barat

Batik lekat dengan masyarakat Pulau Jawa. Namun sejak awal tahun 2000-an, batik mulai berkembang ke daerah -daerah lain. Banyak daerah yang ingin mengembangkan batikd engan cita rasanya masing-masing, tentu dengan motif yang terinspirasi dari ornamen asli daerah asal.

Salah satunya adalah Sumatera Barat. Nevi Zuairina,  Istri Gubernur Sumatera Barat mengatakan, batik Minang mulai digemari karena motifnya yang unik.

“Saya terus mendorong pengembangan desain batik Minang karena membawa ilmu-ilmu baru, baik dari segi pemilihan jenis bahan, pengaplikasian motif di atas busana, hingga pemilihan warna,” kata Nevi Zuairina seperti dilansir oleh Beritasatu.com.

Menurut Novi, saat ini terdapat 11 motif yang sudah berhasil dikembangkan menjadi batik khas Sumatera Barat. Pertama, motif Tantadu Manyasok Bungo Jo Buah Nibuang (ulat tantadu mengisap bunga dengan buah nibuang). Motif ini memiliki makna filosofis kemakmuran dan keindahan dalam kehidupan.

Motif kedua adalah motif yang diberi nama Paruah Enggang, atau paruh burung Enggang yang kokoh, indah, dan anggun. Ketiga, motif Sikambang Manih (bunga yang indah). Motif ini menggambarkan anak perempuan yang sudah berumur 15 tahun lebih itu seperti bunga yang sedang mengembang.

Empat, Kaluak Pakukacang Balimbing. Motif ini mengandung makna filosofi tanggung jawab seorang laki-laki di Minangkabau. Kelima, motif Bungo Duo Tangkai Jo Buah Pinang-Pinang. Motif ini mengangkat dua ciptaan Tuhan yang berpasangan, seiring dan sejalan.

Enam, motif Daun Bodi yang melambangkan akhlak dan budi pekerti. Tujuh, motif daun Puluik-Puluik, bermakna kesuburan, pendirian yang kuat, hidup subur, indah, dan makmur. Delapan, Sirih Gadang. Diilhami dari bentuk daun sirih, baik yang bertangkai, maupun yang disusun di carano.

Sembilan, motif Bada Mudiak, atau ikan beriringan ke hulu. Terinspirasi dari ikan yang beriringan ke hulu, searah, tiada yang mendului. Sepuluh, motif ukir Pucuak Rabuang. Motif ini biasa digunakan sebagai ukiran rumah gadang.

Motif terakhir adalah motif yang dinamakan Buah Palo Bapatuh. Motif ini memiliki makna cita-cita luhur.

“Kami para desainer yang tergabung di Indonesia Modest Fashion ingin mengangkat popularitas batik Minang. Kami mengembangkan batik Minang dengan harapan mendorong produktivitas para perajin di Sumatera Barat dan agar memiliki nilai jual yang mampu bersaing dengan batik-batik lain di Indonesia,,” ujar Jenny Tjahyawati, pendiri Indonesia Modest Fashion yang juga mendesain beberapa motif batik Sumatera Barat.

 

Sumber: Beritasatu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *