Motif Batik yang Bisa Dipilih Dalam Upacara Pernikahan

Batik memiliki makna  tersendiri dalam setiap motif yang dihadirkan. Bahkan beberapa motif batik klasik ada yang dianggap sakral yang tidak sembarangan untuk dipakai. Salah satu penggunaan batik yang terbilang sakral adalah untuk kepentingan atau keperluan upacara pernikahan. Di masyarakat Jawa, ada beberapa motif batik yang secara khusus dikenakan dalam rangkaian upacara pernikahan ini.

Motif Batik Truntum

Sumber foto: ubatik.wordpress.com
Sumber foto: ubatik.wordpress.com

Motif batik yang tepat untuk dikenakan dalam upcara pernikahan adalah motif truntum. Motif ini biasanya dikenakan oleh kedua orang tua mempelai ketika upacara panggih dan midodareni. Dengan penggunaan motif batik bergambar bunga ini maka diharapkan pengantin yang sudah sah menjadi suami istri bisa selalu menjaga hubungan kasih yang penuh dengan sayang dan harmonisasi.

Motif Batik Grompol

Sumber foto: poetry-visitjogja.blogspot.co.id
Sumber foto: poetry-visitjogja.blogspot.co.id

Berikutnya, motif batik yang bisa dipilih dalam upacara pernikahan adalah motif batik grompol. Motif batik ini umumnya akan digunakan pengantin ketika acara siraman. Dengan menggunakan motif ini, diharapkan pengantin akan mempunyai masa depan yang cerah, sejahtera, banyak rezeki, selalu mendapat rahmat, hidup tentram, banyak anak, tentram, rukun dan damai selamanya.

Motif Batik Simbar Lintang

Pada saat upacara sepasaran dalam rangkaian pernikahan, pengantin menggunakan batik dengan motif simbar lintang. Motif batik yang mempunyai corak gambar rupa angkasa di malam hari ini memiliki harapan agar pengantin senantiasa meraih anugerah berupa kebahagiaan, kecukupan sandang pangan, dan hidup sejahtera selamanya.

Motif Batik Cakar Ayam

Sumber foto: batikthokmotifkhasyogyakarta.blogspot.co.id
Sumber foto: batikthokmotifkhasyogyakarta.blogspot.co.id

Motif yang umumnya terdiri dari garis putus-putus, titik-titik serta variasi motif anyaman ini memiliki makna semangat hidup. Jadi dengan menggunakan motif batik cakar ayam ini diharapkan pengantin akan mampu mencar nafkah dengan giat agar punya masa depan yang cerah dalam hal rezeki dan juga kesejahteraan hidup.

Motif Batik Sida Mukti

Sumber foto: batik-online-shop.blogspot.co.id
Sumber foto: batik-online-shop.blogspot.co.id

Ketika upacara panggih, pengantin bisa mengenakan motif batik ini. Dengan memakai motif batik ini maka diharapkan pengantin bisa hidup makmur, bahagia, tabah dalam menghadapi cobaan, dan juga memiliki sifat pemurah khususnya pada orang yang dipimpinnya.

Motif Batik Parang Kusuma

Sumber foto: fimela.com
Sumber foto: fimela.com

Motif ini bisa kita jumpai pada busana pengantin kasatrian ageng. Motif batik parang kusuma yang tersusun menurut garis diagonal, motif parang, dan motif api ini memang sangat tepat bila digunakan dalam upacara pernikahan.

Motif Batik Sida Luhur

Sumber foto: ubatik.wordpress.com
Sumber foto: ubatik.wordpress.com

Motif batik yang biasanya bergambar pola burung, pohon hayat, dan garuda bersayap satu ini memiliki makna penggambaran proses hidup di dunia. Umumnya pengantin dan kedua orangtua mempelai akan mengenakan motif batik ini ketika upacara panggih dilangsungkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *