Lany dan Mimpi Mengorbitkan Batik Kuda Lumping

Leny Agustin adalah desainer baju asli Kediri, Jawa Timur. Dengan profesinya ini ia bertekad untuj mengangkat pamor batik khas kampung halamannya yang disebut batik Kuda Lumping.
Ia mulai memamerkan koleksi kain tradisionalnya di perhelatan Jakarta Fashion Week 2016 lalu dan kemudian kembali tampil di ajang Dhodho Fashion Street 2 di Kediri.  Di Jakarta Fashion Week lalu ia juga sempat berkolaborasi dengan desainer baju muslim Hannie Hananto.
Produk Leny dilirik lantaran kemampuanmya mengkombinasikan motif tradisional dengan gaya fesyen modern.
“Saya angkat sosok kuda lumping yang ekstra besar itu memang agak susah, saya harus ikutin siluet si batik itu. Cuma lebih ke peningkatan kualitas, keberanian perajin agar lebih ekpresif jadi mereka juga punya skill kalo motif itu bisa di pola ke baju,” tuturnya seperti dikutip oleh arah.com.
Untuk menjaga kualitas motif dan bahan dasarnya ia tak segan-segan untuk turun langsung ke para perajin dan memberi masukan kepada mereka.
Salah satu masukkannya ada di motif Kuda Lumping yang berukuran besar. Motif ini awalnya berukuran kecil sehingga dilihat kurang pas dengan ukuran manusia sebagai penggunanya.
Dengan berbagai cara pendekatan, Leny mampu meyakinkan si perajin untuk mau membesarkan motif itu.
Bagi Leny, motif Kuda Lumping mengandung sebuah keceriaan, layaknya pertunjukan kuda lumping yang tersohor. Namun di sisi lain motif ini juga mengandung aura mistis. Tak heran jika dalam karyanya ini Leny membubuhi motif kuda lumping dengan banyak warna sehingga yang timbul adalah kesan ceria, dan bukan mistis.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *