Inilah Batik Kebumen, Batik Indonesia yang Bersahaja

Sebagai identitas negara warisan leluhur, batik memang sudah meyatu dengan warga masyarakatnya. Hal ini terbukti dari keberadaan batik yang bisa dijumpai hampir diseluruh wilayah Indonesia. Salah satu wilayah yang menghadirkan batik dengan khas daerahnya adalah kebumen. Wilayah yang berada di Jawa Tengah ini memiliki batik dengan karakteristik khas yang unik, bersahaja dan berfilosofi tinggi. Lalu seperti apakah batik Kebumen ini? Inilah ulasannya.

Sejarah Batik Kebumen

Asal muasal munculnya batik Kebumen ini memang masih simpang siur. Ada yang mengatakan bahwa batik Kebumen ini berasal dari keraton Yogyakarta, tapi tidak sedikit pula pengrajin yang tidak tahu menahu asal batik yang dikerjakannya. Mereka hanya tahu bahwa batik Kebumen ini sudah ada sudah lama dan turun temurun. Proses awal pembatikan di Kebumen ini diketahui dimulai pada awal abad ke-19.

Pembawa batik saat itu adalah penghulu nusjaf yaitu orang-orang dari Yogyakarta yang datang dengan semangat dakwah Islam. Dari para pendatang ini kemudian dihasilkan proses batik pertama yang bernama blambangan atau teng-abang hingga proses terakhirnya yang dikerjakan di Banyumas/Solo. Masuk pada awal abad ke-20, pola batik Kebumen dibuat dengan menggunakan kunir dimana capnya terbuat dari kayu. Selain kunir, ada juga bahan alam lain yang digunakan untuk membuat batik seperti kemudu, nila tom dan pohon pace. Untuk penggunaan pewarna tekstil sendiri mulai dikenal pada pembatikan di kebumen mulai sekitar tahun 1920, sedangkan untuk alat cap batik dari tembaga dikenal mulai ari tahun 1930-an.

Ciri Khas Batik kebumen

Ciri khas yang bsia diperoleh dari Batik Kebumen adalah penggunaan warna yang bisa muncul hingga empat warna dalam satu kain. Pemakaian empat warna dalam satu kain ini tentu sangat berbeda dengan batik di daerah lainnya yang umumnya memang hanya menggunakan maksimal dua warna. Empat warna yang seringkali di gunakan pada batik Kebumen hingga menjadi ciri khas antara lain warna biru tua, biru muda, hijau, dan hitam.

Dalam beberapa kasus ciri khas dalam warna pada batik kebumen ini memperlihatkan penggunaan batik dengan warna yang gelap. Tentu hal ini juga menjadi pembeda dari batik-batik lain terutama batik pesiisr yang cenderung bewarna cerah. Untuk motif, kebumen juga punya ciri khas yaitu penggunaan motif sederhana yang selalu menampilkan keseharian. Meski sederhana, namun motif pada batik kebumen ini memiliki nilai filosofi yang tinggi.

Motif batik Kebumen

Setidaknya ada empat motif batik Kebumen yang bisa kita kenal dan kita temui. Keempat motif dari batik kebumen tersebut adalah bang-bangan , jagatan kebumen, gringsing dan sirkit. Khusus untuk motif gringsing, kita akan menjumpai keunikan dan juga berkualitas dengan tingkat kehalusan yang dimilikinya. Keunikan dan kualitas batik Kebumen dengan motif gringsing ini bahkan sudah dikenal bukan hanya dalam skala nasional tapi juga di dunia internasional.

Dengan penggunaan warna yang lebih muda, motif batik Kebumen juga bisa merujuk pada model pesisiran. Uniknya, daerah batik Kebumen yang terletak di lereng bukit dan dekat juga dengan dunia pantai, membuat muncul perpaduan diantara keduanya. Maka dari itu kemudian berkembanglah motif batik Kebumen ini dengan beberapa corak seperti bunga, dedaunan, ikan, flora dan fauna, serta hewan dan unggas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *