Candi Borobudur, Mengagumi Karya Leluhur Nusantara

Membahas soal bangunan sejarah megah di Indonesia bahkan di dunia tentu kita tidak boleh melupakan Candi Borobudur yang fenomenal. Candi yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah ini memang bukan sembarang karya arsitektur. Pasalnya, melihat keseluruhan bangunan yang ada maka siapapun yang datang ke sana pasti akan dibuat berdecak kagum. Bahkan dengan nilai keagungan yang dimiliki Borobudur, Candi ini kemudian dinobatkan sebagai monumen Buddha termegah dan kompleks stupa terbesar di dunia serta sebagai situs warisan dunia yang harus dilindungi pada tahun 1991. Lalu seperti apakah karya leluhur nusantara yang dibangun pada abad ke-9 atau tahun 800-an masehi ini?

Kemegahan Borobudur

Sumber foto: id.wikipedia.org
Sumber foto: id.wikipedia.org

Borobudur memang sebuah bangunan yang besar dan megah. Dilihat dari ketinggian, Candi Borobudur seperti sebuah teratai raksasa yang berada di atas bukit. Kelopak bunga teratai ini diwakili oleh dinding-dinding candi ditingkat satu dan dua yang menawan. Sementara itu benang sari teratai diwakili oleh deretan stupa yang melingkar di tingkat paling atas candi. Dan stupa induk yang terbesar dibagian atas candi mewakili Sang Buddha. Maka secara utuh bisa dinyatakan bahwa candi Borobudur adalah perlambang Sang Buddha yang duduk di atas kelopak bunga teratai.

Relief Pada Borobudur

Sumber foto: id.wikipedia.org
Sumber foto: id.wikipedia.org

Melihat lebih dekat dan lebih detail pada bagian dinding-dinding candi kita juga akan menemukan hal mengangumkan. Pada bagian dinding candi Borobudur ini kita bisa menyaksikan seni pahatan yang luar biasa. Total seni pahat yang berwujud relief yang ada pada candi Borobudur berjumlah 2672 panel relief yang bila dibentangkan sejajar mencapai panjang 6 km. Relief Borobudur yang tak tertandingi ini kemudian ditasbihkan sebagai ansambel  relief Buddha terbesar dan terlengkap di dunia.

Teknologi Borobudur

Sumber foto: 4.onewebid.blogspot.co.id
Sumber foto: 4. onewebid.blogspot.co.id

Borobudur yang mengagumkan ini tentu saja meninggalkan banyak misteri tentang proses pembangunan dan teknologi yang ada pada masa itu. Pada abad ke-9 Masehi tentu jangan bayangkan ada teknologi se-modern sekarang. Borobudur yang diarsiteki oleh Gunadarma ini diketahui dikerjakan dengan penerapan sistem interlock dalam pembangunan candi. Selama kurang lebih 75 tahun, Borobudur dibangun dengan 60.000 meter kubik batu andesit dari total 2.000.000 balok batu yang diambil dari Sungai Elo dan Progo. Batu-batu ini sebelumnya telah dipahat menjadi balok dan relief untuk kemudian dirangkai menjadi puzzle  raksasa untuk menutupi bukit yang nantinya menjadi Candi Borobudur.

Sarat Dengan Nilai Filosofis

Bukan hanya fenomenal dalam hal arsiteknya, namun Borobudur juga mempunyai nilai filosofis yang tinggi. Bangunan yang dibangun pada masa pemerintahan wangsa Syailendra kerajaan Mataram Kuno ini memiliki tiga konsep kosmologi alam semesta yang diwakili oleh tiga bagian atau tingkatan candi Borobudur. Bagian atau tingkatan pertama disebut Kamadhatu yang mewakili dunia hasrat dan nafsu. Kemudian di tingkat kedua adalah Rupadhatu yang mewakili alam transisi. Dan tingkatan ketiga dibagian paling atas candi disebut Arupadhatu yang mewakili alam nirwana (tanpa bentuk).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *