Inilah Bagian-Bagian Penting Batik Pesisiran

Secara umum ada dua bagian utama dalam kain batik pesisiran yaitu kepala dan badan. Selain itu ada beberapa bagian kain lain yang menjadi ciri khas komposisi desain batik seperti papan, pinggiran, dan tepian (bogh). Penerapan komposisi desain ini mengikuti pola yang tampak pada kain India baik yang berasal dari Gujarat maupun Pantai Koramandel. 

Kepala dan Badan

Kain panjang pesisiran berkepala pasung / tumpal (photo : Benang Raja: Menyimpul Keelokan Batik Pesisir, Hartono Sumarsono, Helen Ishwara, L.R. Supriyapto Yahya, Xenia Moeis, Kencana Ungu, 2013).
Kain panjang pesisiran berkepala pasung / tumpal (photo : Benang Raja: Menyimpul Keelokan Batik Pesisir, Hartono Sumarsono, Helen Ishwara, L.R. Supriyapto Yahya, Xenia Moeis, Kencana Ungu, 2013).

Kepala, biasa juga disebut tumpal,  biasanya 1/4 bagian kain yang mempunyai desain motif berbeda dari keseluruhan motif. Badan adalah seluruh bagian motif selain kepala. Fungsi kepala pada penggunaan biasanya ditempatkan di bagian depan tubuh pengguna. Sedangkan badan akan dililitkan di tubuh pengguna sehingga beberapa bagian badan ada yang tertutup dan tidak terlihat.

Bagian kepala mempunyai perbedaan letak pada kain panjang dan sarung. Bagian kepala kain panjang biasanya terletak di kedua ujung kain, sedangkan pada sarung tidak mempunyai ujung, jadi kepala seakan ‘tersambung’ terletak di tengah sarung. Dua kepala dalam kain panjang dimaksudkan dapat dipakai 2 kali dengan cara dibolak-balik pemakaiannya. Dua kepala tersebut terkadang mempunyai corak yang sama, terkadang dibedakan nuansanya.

Kain Sarung pesisiran berkepala pasung / tumpal (photo : Benang Raja: Menyimpul Keelokan Batik Pesisir, Hartono Sumarsono, Helen Ishwara, L.R. Supriyapto Yahya, Xenia Moeis, Kencana Ungu, 2013).
Kain Sarung pesisiran berkepala pasung / tumpal (photo : Benang Raja: Menyimpul Keelokan Batik Pesisir, Hartono Sumarsono, Helen Ishwara, L.R. Supriyapto Yahya, Xenia Moeis, Kencana Ungu, 2013).

Motif kepala pada awalnya meniru motif India yaitu motif tumpal yang hingga saat ini masih banyak dipakai, terlebih di daerah Lasem. Hal ini juga menyebabkan kepala kain biasa disebut tumpal atau pasung atau pucuk rebung. Motif tumpal berbentuk susunan segitiga vertikal.

Pada kain panjang kepala pada kedua sisi menampilkan motif satu baris tumpal mengarah keluar kain. Sedangkan pada sarung terdapat dua barus tumpal disusun berhadapan. Dalam perkembangannya terdapat banyak variasi motif kepala. Di Pekalongan, kepala banyak dihiasi motif dlorong yang berupa motif bergaris berisi ragam hias bunga.

Variasi Kepala Dlorong (photo : Benang Raja: Menyimpul Keelokan Batik Pesisir, Hartono Sumarsono, Helen Ishwara, L.R. Supriyapto Yahya, Xenia Moeis, Kencana Ungu, 2013).
Variasi Kepala Dlorong (photo : Benang Raja: Menyimpul Keelokan Batik Pesisir, Hartono Sumarsono, Helen Ishwara, L.R. Supriyapto Yahya, Xenia Moeis, Kencana Ungu, 2013).
Variasi Kepala Buketan (photo : Benang Raja: Menyimpul Keelokan Batik Pesisir, Hartono Sumarsono, Helen Ishwara, L.R. Supriyapto Yahya, Xenia Moeis, Kencana Ungu, 2013).
Variasi Kepala Buketan (photo : Benang Raja: Menyimpul Keelokan Batik Pesisir, Hartono Sumarsono, Helen Ishwara, L.R. Supriyapto Yahya, Xenia Moeis, Kencana Ungu, 2013).

Adapula corak buketan yang menggambarkan satu rangkai bunga.  Motif pada kepala biasanya berbeda dengan badan, namun adakala motifnya sama dengan badan. Terkadang motif yang sama diberi nuansa berbeda semisalnya dibedakan warna.

Papan

Variasi Papan (photo : Benang Raja: Menyimpul Keelokan Batik Pesisir, Hartono Sumarsono, Helen Ishwara, L.R. Supriyapto Yahya, Xenia Moeis, Kencana Ungu, 2013).
Variasi Papan (photo : Benang Raja: Menyimpul Keelokan Batik Pesisir, Hartono Sumarsono, Helen Ishwara, L.R. Supriyapto Yahya, Xenia Moeis, Kencana Ungu, 2013).

Papan adalah bagian persegi panjang yang terletak di sisi kiri kanan kepala. Corak dalam papan sangat beragam, tidak ada corak khusus ataupun corak yang paling banyak dipakai. Namun corak dalam papan biasanya mengikuti ataupun menunjang motif pada badan kain baik dari sisi keindahan maupun pemaknaan. Desain papan juga menampilkan bingkai kecil yang dihiasi ragam hias berukuran kecil. 

Pinggiran

Variasi Pinggiran dan Tepian (photo : Benang Raja: Menyimpul Keelokan Batik Pesisir, Hartono Sumarsono, Helen Ishwara, L.R. Supriyapto Yahya, Xenia Moeis, Kencana Ungu, 2013).
Variasi Pinggiran dan Tepian (photo : Benang Raja: Menyimpul Keelokan Batik Pesisir, Hartono Sumarsono, Helen Ishwara, L.R. Supriyapto Yahya, Xenia Moeis, Kencana Ungu, 2013).

Bagian pinggiran dan tepian kain adalah bagian yang membingkai keseluruhan kain batik. Banyak ragam corak yang ditampilkan pada bagian pinggiran seperti misalnya tanaman merambat, bunga-bunga, hiasan garis bergelombang, motif renda, maupun bentuk-bentuk lainnya.

Pada ujung pinggiran ada tepian yang biasanya bercorak seret yaitu garis-garis tipis, ataupun untu walang yaitu susuan bentuk segitiga kecil. Pada beberapa kain, sisi atas dan bawah kain kebanyakan bermotif sama, namun ada pula yang berbeda. Motif yang berbeda itu biasanya pada kain yang dalam penggunaannya tidak dibolak-balik, semisal motif buketan yang mana kain motif rangkaian bunga tersebut jelas tidak dapat dipakai secara terbalik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *