Kehidupan Masyarakat Jawa dan Kain Batik

Batik dalam masyarakat Jawa tidak sekedar menjadi busana, namun telah masuk kedalam sistem kepercayaan dan siklus kehidupan adat dalam Masyarakat Jawa.

Dalam kehidupan religi, masyarakat Jawa mempunyai sistem kepercayaan Kejawen, sebuah kepercayaan yang mempercayai hubungan antara diri dengan kosmos dan lingkungan alam sekitar. Kepercayaan ini tertuang dalam berbagai ritual yang mereka jalani dalam berbagai bagian kehidupan. Ritual tersebut dijalani agar terbentuk keselarasan antara kehidupan mereka dengan kehendak alam dan Sang Pencipta.

Batik-batik pedalaman yang kaya akan simbol diharapkan dapat menunjang keberhasilan ritual adat tersebut. Keraton sebagai pusat budaya dalam masyarakat Jawa telah membuat berbagai peraturan dan pakem yang menentukan kain batik yang dipakai khusus untuk beberapa seremonial adat Jawa.

Beberapa seremonial dan batik yang biasa digunakan:

Mitoni

Ini adalah perayaan tujuh bulan kehamilan. Menggunakan batik bermotif Babon Angrem, Semen Rama, Sidamukti, Sidamulya, Sida Asih, Sidaluhur, Sidadadi, Sida Drajad, Wahyu Temurun, Nagasari, dan Grompol.

Kelahiran

Menggunakan batik bermotif Parang, Kawung, Truntum,Wahyu Temurun, Semen Rama, Sidamukti, Sidamulya, Sida Asih, Sidaluhur, Sidadadi, Sida Drajad.

Menggendong bayi

Menggunakan batik bermotif Parang Rusak, Kawung, Semen Sawat Manak, Truntum, Sida Asih, Cakar Ayam (Nitik Cakar), Panji Sura / Slimun,

Tedhak Siten

Perayaan pertama kali bayi bisa berjalan. Menggunakan batik bermotif Parang Klitihik, Gringsing, Kawung

Sunatan

Pemotongan kulit alat kelamin pada anak lelaki. Menggunakan batik bermotif Parang Kusuma, Parang Parikesit, Parang Pamor, Parang Gondosuli, Parang klithik, Parang Peniti, Udan Liris.

Tetesan

Pemotongan selaput kelamin pada anak gadis. Menggunakan batik bermotif Nitik, Kawung Picis, Parang kusuma, Gringsing Bintang, Gringsing Lindri, Motif Ceplok kecil.

Tarapan

Perayaan haid pertama pada anak gadis. Menggunakan batik bermotif Grompol, Parang Centhung, Parang Klithik Mangkara, Parang Klithik Seling Puspa.

Ruwatan

Ritual melepaskan kesialan / kesukaran dari seseorang. Menggunakan batik bermotif Parang Rusak, Poleng, Kambil Secukil, Kawung, Semen latar putih, Semen Purbondaru,  Semen Latar Hitam, Lung Kestlop, Tambal Pamiluto, Slobog.

Pernikahan

Ini adalah babak hidup terpenting manusia Jawa. Tak ayal jika sampai penggunaan motif batiknya pun terkesan ribet dan banyak aturan. Proses pernikahan mempunyai beberapa tahapan:

  1. Lamaran : Semen Kusuma Wibawa, Wiwaha, Lung Kestlop, Sawat Manak, Kuda Rante,
  2. Peningsetan (Pertunangan / tukar cincin) : Satria Manah (Pria), Semen Rante (Wanita)
  3. Akad Nikah / Panggih : Nitik Cakar (Wanita), Grompol (Pria), Nagasari (Pria), Sida Asih, Sida Luhur, Semen Sinom, Tanjung Gunung,, Wahyu Temurun, Wora Wari Rupmuk, Semen Rama, Satriya Wibawa, Truntum, Kuda Rante
  4. Resepsi : Semen Rama, Semen Ageng, Truntum, Sidamukti, Sidaluhur, Sida Asih, Sidamulya, Sidadadi, Sidadrajad, Bondhet, Truntum (Orang Tua), Nitik Cakar (Orang Tua), Sido Wirasat (Orang Tua)

Kematian

Inilah yang akan dihadapi oleh semua manusia. Dalam masyarakat Jawa kuno, mereka menggunakan batik bermotif Kawung, Slobog sebagai tanda duka cita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *