Ubin Dibuat Seperti Batik? Mana Mungkin?

Ubin adalah bagian dari rumah yang mendukung kecantikan dan keindahan sebuah hunian. Maka dari itu seseorang selalu mengusahakan agar ubin yang akan diterapkan bisa membawa suasana rumah jadi lebih indah dan menarik. Ubin yang kini memiliki banyak corak atau motif kemudian banyak coba diaplikasikan dengan seni lukis lainnya seperti batik.

Dari sini kemudian lahirlah ubin batik, ubin yang memanfaatkan seni batik sebagai motif atau coraknya. Salah satu produsen yang menciptakan ubin granit batik tersebut adalah PT Asri Pancawarna di bawah naungan salah satu anak perusahaannya, Indogress. Pengaplikasian unsur seni batik pada ubin ini memang tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Pasalnya batik saat ini sudah banyak diminati karena kepopulerannya dan telah menjadi warisan budaya dunia (world heritage) oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009 silam.

Terinspirasi Dari Elemen Budaya Khas Indonesia

Produk ubin batik dari Indogress Etnika Series ini terinspirasi dari kain batik asal kota Yogyakarta. Menurut Hendry Satriadi selaku Senior Marketing Manager Indogress, Etnika Series  dihadrikan dengan tujuan agar budaya Indonesia ini bisa suskes memembus ekspor di pasar internasional. Dengan demikian saat produk ini sukses di pasar Internasional maka budaya Indonesia pun akan mampu dikenal lebih luas ke tingkat dunia. Dengan penerapaan ubin batik pada lantai rumah tentu saja akan membuat rumah memiliki kesan dan suasana tradisional khas Indonesia.

Ubin granit yang rata-rata berukuran 10–60 x 30–60 atau 60 x 60 cm ini menawarkan dua motif, Wora- Wari dan Patola. Dalam proses produksinya sendiri ubin granit etnika series yang bermotif batik ini dikerjakan dengan teknologi digital printing (digitile). Proses pembuatan ubin batik ini sendiri sudah dimulai sejak bulan Juli tahun 2015 dengan mentarget pasarnya adalah kalangan kaum menengah atas. Untuk Anda yang menginginkan ubin batik ini untuk diterapkan pada lantai rumah Anda maka ada harga yang harus ditebus yaitu Rp 605–865 ribu per dus (dengan 4–12 keping ubin tergantung ukuran).

Walau ternyata etnika series ini bukanlah produk ubin batik pertama di Indonesia, namun pihak Indogress meyakinkan bahwa etnika series bukan produk plagiasi (tiruan). Menurut Anrea Petrina selaku Marketing Director Indogress menyatakan bahwa pengurusan hak paten etnika series ini masih dalam proses. Memang pengurusan hak paten pada keramik, terutama batik yang memiliki banyak ragam motif ini sangat rumit dan membutuhkan waktu yang lama sekitar dua tahun. Dalam urusan plagiasi atau tidak, Indogress memang hanya membutuhkan perbedaaan 25 persen saja agar tidak dikatakan meniru. Dengan melihat persyaratan ini pihak Indogress sangat yakin lolos plagiasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *