Tak Kalah Rumitnya Dengan Tulis, Begini Proses Batik Cap Tercipta

Batik Cap dibuat menggunakan canting cap. Pada umumnya batik cap digunakan untuk membuat motif yang berulang, namun adapula motif dinamis dan juga memadukan beberapa canting cap dengan motif yang berbeda. Ada beberapa jenis canting cap yaitu: cap klowong, cap tembokan, cap biron, cap ringingan.

Cap klowong untung mencap motif pertama atau kerangka motif. Cap tembokan untuk mencap bagian kedua. Cap biron untuk menutupi warna biru proses wedelan (diwarna dasar biru). Cap riningan untuk membuat cecek (isian kecil) pada motif klowong. Teknik batik cap tidak sesulit batik tulis, kesulitan dalam batik cap adalah dalam mengkombinasikan dan menyambung motif di masing-masing cap agar tidak tampak terputus.

Batik Cap muncul di akhir abad 19, seiring dengan berkembangnya batik komersil. Permintaan akan baik semakin banyak hingga membutuhkan pengerjaan batik yang cepat. Pembuatan batik cap bisa diselesaikan dalam waktu seminggu saja. Awal muculnya batik cap disertai kontroversi apakah batik cap dapat dianggap sebagai batik asli. Namun karena tekniknya juga menggunakan lilin / malam sebagai media perintang warna batik cap juga dianggap batik asli. Sejak saat itu ada pembedaan kategori batik yaitu batik tulis dan batik cap.

Batik cap dianggap memiliki kualitas dibawah batik tulis. Salah satu penyebabnya adalah motif yang berulang. Pembatik sering mengakali dengan menambah dekorasi teknik tulis agar motif terlihat lebih dinamis. Perpaduan dua teknik ini disebut batik kombinasi cap dan tulis.

Bicara soal proses pewarnaan, batik tulis maupun cap memiliki proses yang hampir sama. Teknik mewarnai ada dua yaitu colet dan celup (dye). Teknik colet dilakukan menggunakan kuas, biasanya untuk bagian-bagian tertentu dalam motif.

Kuas yang digunakan biasanya kuas tradisional yaitu dari bambu yang ujungnya ditumbuk hingga menyerupai kuas. Teknik celup dilakukan dengan mencelupkan seluruh kain pada cairan warna. Teknik celup biasanya diperuntukkan untuk mewarnai dasar / keseluruhan kain. Dalam pewarnaan biasanya ada proses fiksasi yaitu menggunakan zat khusus untuk mengikat warna atau menguatkan warna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *