Batik Sudagaran Dahulu dan Kini

Pola-pola kain ini semakin berkembang dengan banyaknya pengaruh luar keraton seperti pedagang-pedagang yang disebutkan pada bagian sebelumnya. Misalnya pengaruh dari Belanda dengan isen-isen bunga-bunga Eropa atau pengaruh China yang berupa pewarnaan yang lebih beraneka ragam. Namun satu hal khas pada batik sudagaran ini adalah soal isi motifnya yang selalu berupa bunga, dedaunan atau benda-benda alam lainnya.

Istilah batik Sudagaran ini sebenarnya bisa digunakan pada setiap batik yang dibuat para saudagar di luar keraton. Sehingga batik-batik selain batik keraton bisa dibilang batik Sudagaran. Seperti Batik Belanda, Batik Jepang, Batik Tiga Negeri dan lain sebagainya. Akan tetapi tetap perlu diperhatikan bahwa tiap batik tersebut memiliki corak yang berbeda dibandingkan dengan batik Sudagaran pada awal-awal munculnya di wilayah keraton.

Hal lain yang menarik dari perkembangan batik sudagaran ini adalah mengenai teknik pembuatannya. Beberapa sumber menyebutkan bahwa pada masa perkembangan batik sudagaran inilah muncul yang namanya teknik cap pada batik. Hal ini didukung pula dengan potensi sudagaran yang sangat besar pada saat itu.

Masyarakat semakin banyak berminat menggunakan batik dan wilayah permintaannnya pun semakin luas. Hal ini mendorong para pengrajin untuk meningkatkan produktifitasnya dengan menggunakan metode cap agar bisa menerima banyak permintaan di berbagai wilayah yang kemudian teknik ini semakin banyak digunakan sebagai batik cap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *