Ini Dia Ciri Khas Batik Hokokai

Ciri khas lain yang menonjol pada batik Hokokai ini adalah adanya bingkai atau frame yang biasa disebut susimoyo. Susimoyo ini hiasan pinggir kain yang berupa rangkaian bunga-bunga. Hiasan ini biasanya dibuat di sisi bawah kain atau di tigas sisi yaitu sisi kanan, kiri dan bawah kain. Hal ini merupakan adaptasi dari pinggiran kain kimono asal Jepang.

Bagaimana dengan motif di dalam kain ini? Motif-motif dalam kain batik Hokokai cenderung penuh dan padat mengingat kain pada masa itu sulit didapat. Baik dari motif utama hingga latar belakang kain. Motif dari batik ini banyak menggunakan unsur-unsur bunga dan hewan-hewan seperti burung dan kupu-kupu. Motif batik Hokokai ini lebih banyak menggunakan unsur-unsur dari Tiongkok, diantaranya adalah motif kupu-kupu, burung merak dan bunga teratai. Sedangkan motif bunga-bunga merupakan adaptasi dari motif batik Belanda dan batik Keraton seperti bunga lili, mawar dan anggrek. Kemudian berkembang ciri khas Jepang yaitu motif bunga sakura yang merupakan bunga dari Jepang.

Jika dilihat dari warnanya, Batik Hokokai ini cenderung memiliki warna yang cerah khas Eropa, seperti Biru, Ungu, Merah, Kuning dan sebagainya. Sehingga batik ini cenderung terlihat lebih kompleks dibandingkan dengan motif batik yang lain.

Warna dan motif dari batik ini lebih menggambarkan keceriaan, rasa cinta dan keagungan, berbeda dengan kondisi yang saat itu dialami oleh rakyat. Hal ini menunjukkan optimisme dalam berkarya pada waktu itu.

Bahkan dengan kondisi yang begitu rumit, dengan keterbatasan sumber daya diharapkan seni terhadap kain batik ini juga tidak luntur begitu saja. Walaupun demikian, menurut para kolektor, batik Jawa Hokokai ini cenderung sulit didapatkan karena pada saat ini pembatik yang mampu membuat motif Jawa Hokokai ini sangatlah sedikit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *