Batik Belanda, Batik Jawa Karya Wanita Eropa

Ketika kita berbicara tentang batik, tentu banyak dari kita yang berpikiran bahwa batik adalah buatan asli Indonesia, hal itu tidaklah sepenuhnya salah. Namun tahukah anda bahwa ada beberapa batik yang dibuat oleh kaum non pribumi? Yap salah satunya adalah Batik Belanda. Motif batik yang dibuat oleh para wanita keturunan Belanda namun tetap dibuat dengan mengkombinasikan budaya Jawa dengan Belanda.

Sama-sama kita ketahui bahwa Indonesia pada masa lalu banyak sekali mendapat pengaruh dari negara-negara lain. Mulai dari budaya India, Arab, Belanda, Jepang, China dan banyak negara lainnya. Salah satu pengaruh budaya ini adalah budaya kehidupan yang dibawa oleh para pedagang maupun oleh para penjajah di kala itu, dalam hal ini Belanda. Kita tahu juga bahwa tercatat dalam sejarah Belanda menduduki Indonesia selama 350 tahun. Bukan hanya penduduk Belanda yang banyak tapi juga pengaruh mereka yang memberikan inspirasi budaya dalam berkarya seni.

Secara umum batik-batik Belanda ini mengikuti cara pembatik Jawa, namun dengan motif dan warna-warna Eropa. Banyak yang mengatakan Batik Belanda ini muncul akibat kecintaan Belanda terhadap batik-batik buatan orang-orang pribumi. Pada masa itu, orang Belanda menginginkan batik buatan mereka sendiri, tetap dengan cara Jawa namun dengan motif yang lebih disukai oleh orang-orang Eropa dan Belanda pada khususnya.

Motif-motifnya pun tidak akan jauh dari suasana-suasana Eropa bahkan ada pula motif-motif negeri dongeng eropa seperti Hansel & Gretel dan Red Riding Hood. Sejarah juga menyebutkan bahwa batik Belanda ini juga merupakan batik pertama dikomersilkan kepada pedagang luar dan pejabat belanda pada waktu itu. Sehingga sampai sekarangpun batik-batik Belanda ini cukup menarik perhatian berbagai negara.

Salah satu batik Belanda yang terkenal adalah Batik Prankemon. Batik ini dibuat pertama kali oleh Carolina Josephina Von Franquemont. Beliau mengenalkan batik ini pertama kali di Surabaya pada tahun 1840. Ciri khas batik Prankemon ini adalah membawa motif pohon pala dengan warna hijau atau kuning yang khas sehingga disebut hijau Franquemont. 5 tahun kemudian, beliau pindah ke Semarang untuk meningkatkan bisnisnya mengingat Semarang merupakan kota dagang yang berpotensi besar pada waktu itu. Sampai sekarang pun motif ini paling banyak ditemui di daerah Semarang dan sekitarnya.

Batik Prankemon. Foto: collections.lacma.org

Tidak cuma batik Prankemon saja, Belanda juga membuat beberapa motif batik lainnya. Baca di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *