Apa Hubungannya Batik dengan Kerajaan Majapahit?

Di Indonesia sudah terdapat berbagai macam jenis batik. Tapi, tahukah Anda bahwa terdapat batik yang perkembangannya terjadi pada jaman pemerintahan Kerajaan Majapahit?

Sejarah batik di Indonesia berhubungan dengan perkembangan dan penyebaran Kerajaan Majapahit di Jawa. Perkembangan batik asal Majapahit berkembang di Mojokerto dan Tulungagung yang adalah riwayat pembatikan didaerah ini, dapat diambil dari peninggalan masa kejayaan kerajaan Majapahit.

Pada waktu itu daerah Tulungagung dalam sejarah terkenal dengan nama daerah Bonorowo, yang pada saat bekembangnya Kerajaan Majapahit daerah itu dikuasai oleh seorang yang benama Adipati Kalang, yang tidak mau tunduk kepada kerajaan Majapahit.

Diceritakan bahwa dalam aksi polisionil yang dilancarkan oleh Majapahati, Adipati Kalang tewas dalam pertempuran yang konon dikabarkan disekitar desa yang sekarang bernama Kalangbret. Maka petugas-petugas tentara dan keluarga kerajaan Majapahit yang menetap dan tinggal di wilayah Bonorowo atau yang sekarang bernama Tulungagung juga membawa kesenian membuat batik asli.

Daerah pembatikan sekarang di Mojokerto terdapat di Kwali, Mojosari, Betero dan Sidomulyo. Diluar daerah Kabupaten Mojokerto ialah di Jombang.

Batik awalnya diproduksi terbatas dan hanya digunakan oleh sang raja, keluarga raja dan pengikut raja. Karena banyak pengikut raja yang tinggal di daerah luar kerajaan, kesenian batik yang bermula dari kerajaan ini disebar luaskan ke masyarakat luas.

Bahan-bahan yang dipakai waktu itu kain putih yang ditenun sendiri dan obat-obat batik dari soga jambal, mengkudu, nila tom, tinggi dan sebagainya. Jenis-jenis batik Mojokerto adalah gedeg rubuh, matahari, mrico bolong, pring sedapur, grinsing, atau surya majapait.

Seiring berjalannya waktu seni batik ini banyak ditiru oleh masyarakat sekitar dan meluas menjadi sebuah pekerjaan yang dilakukan oleh perempuan rumah tangga untuk mengisi waktu luang mereka. Selanjutya, pakaian batik yang sebelumnya digunakan hanya untuk keluarga raja, berubah menjadi pakaian yang digunakan oleh masyarakat, baik pria maupun wanita.

Sampai saat ini, Batik Mojokerto kini memiliki enam motif yang telah dipatenkan. Apa sajakah motif-motif itu? Baca di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *