Siapakah Von Franquemont, Apa Jasanya di Dunia Batik?

Walau Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun, namun ternyata tak cuma Belanda yang meninggalkan benda-benda kebudayaan di Indonesia. Saat para penjajah ini kembali ke negaranya, mereka pun membawa serta banyak produk kebudayaan asal Indonesia. Salah satunya adalah batik.

Di masa pendudukan Jepang, mulai muncul pengusaha batik asal Belanda. Secara umum mereka tidak dapat atau tidak mahir membatik. Mereka membuat desain motif secara umum, kemudian mempekerjakan beberapa pembatik wanita, tukang warna colet dan celup.

Salah satu pengusaha batik Belanda yang kesohor adalah Von Franquemont.

Von Franquemont adalah seorang Indo-Jerman yang memulai usaha batiknya pada umur 23 di tahun 1840 di Surabaya. Pada Tahun 1845 ia pindah ke Semarang dan membuka perusahaan Batik di tepi sungai lereng Gunung Ungaran. Faktor kemandirian dirinya diperkirakan yang mempengaruhi keputusannya untuk tidak menikah hingga akhir hayatnya.

Banyak terobosan baru dalam karya batiknya terlebih pada desain dan warna. Pada saat itu batik masih dibuat memakai warna alami dari bahan nabati. Warna batik yang popular pada saat itu adalah coklat (sogan), biru (biron), merah (bangbangan), merah biru (bang biron), dan merah ungu (bang ungon).

Namun Von Franquemont berhasil menampilkan warna hijau khas (hijau kebiruan) yang tidak mudah luntur. Banyak yang sudah mencoba menghasilkan warna tersebut dari bahan alami, namun selalu luntur.

Resep Von Franquemont berhasil menciptakan warna tersebut dengan mencampur beberapa zat warna dan pembabaran berulang sehingga tidak mudah luntur. Namun. Banyak pembatik lain mencoba meniru warna tersebut, walau demikian resep campuran warna tetap dia dirahasiakan.

Batik Von Franquemont biasa disebut batik Prankemonan. Terobosan motif Prankemon yang sangat popular adalah batik dongeng. Batik dongeng menggambarkan cerita-cerita dongeng Eropa maupun non-Eropa, seperti motif putri duyung, Dewi His Hwang.

Von Franquemont juga menampilkan batik wayang. Selain itu Batik Prankemonan juga menampilkan motif batik yang dipengaruhi budaya India dan China. Dalam batiknya, ia juga memperkenalkan pinggiran gaya baru yang meniru motif renda atau biasa disebut boog.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *