Tak Cuma Batik, Iwan Tirta pun Menggandrungi Seni Kriya

Walau sudah malang-melintang di dunia batik internasional, Iwan Tirta tak berhenti berkarya. Seni sudah menjadi passion-nya, mengalir dalam darahnya. Tak ayal jika Iwan menggali kekayaan seni Indonesia lainnya.

Salah satu yang ia geluti adalah seni kriya. Ia menggeluti dunia perak dan perhiasan. Tak cuma itu, Iwan juga mendesain perangkat makan porselen dengan menggunakan motif batik.

Hingga tahun 2000, Iwan Tirta juga masih banyak diminta untuk membuat rancangan desain hotel terkemuka, maskapai penerbangan serta seragam pramugarinya.

Kembali ke tahun 1971, Iwan Tirta mulai memantapkan dirinya di dunia batik dengan menggelar pameran batiknya yang pertama di Jakarta dengan mengusung tema “Menghidupkan motif-motif kuno”.

Eksibisi ini ternyata tidak hanya mendapat sambutan meriah dari pencinta batik dalam negeri. Dari pameran pertamanya itu Iwan Tirta sering diminta menyelenggarakan pameran batik di luar negeri dan memamerkan karyanya pada saat ada kunjungan kepala negara asing ke Indonesia. Pada tahun 1996, Iwan Tirta sendiri mendapat tugas merancang 18 desain batik untuk dikenakan sebagai kemeja 18 Kepala Negara Anggota APEC sewaktu konfrensi di Jakarta.

Pada tahun 2000-2003, pria lulusan Universitas Indonesia dan Schoool of Economics and School of Oriental & African Studies ini bekerjasama dengan Departemen Perindustrian untuk mendokumentasikan ragam hias batik dan tenun diberbagai daerah. Dalam kunjungannya ke daerah-daerah penghasil batik di pelosok tanah Jawa, Iwan juga memberikan pelatihan tentang pengembangan batik. Ia bahkan membawa pengrajin batik di suatu daerah ke Bengkel Batik Irwan Tirta untuk belajar selama dua minggu.

Pada tahun 2004, lahirlah perusahaan PT. Pusaka Irwan Tirta yang didirikannya bersama pengusaha Rachmat Gobel dan Lydia Kusuma Hendra. Dalam usahanya ini Iwan melakukan terobosan awal dengan menghadirkan ragam hias Modang (corak kraton) dan Kupu Hokokai (corak Pesisiran). Pada tahun 2007, Iwan Tirta mengadakan sebuah pagelaran “Retropeksi Iwan Tirta-Tading Gendhing” dengan meletakkan kembali posisi batik ke dalam konteks kebudayaan Indonesia yang selama ini sering kali diabaikan.

Setelah puluhan berkarya dan berprestasi, Iwan membagikan sedikit kunci suksesnya. Menurutnya kunci sukses untuk menjadi desainer batik adalah pendidikan dan riset. Dalam hal ini menurut Iwan negara kita memang sangat kurang. Maka untuk bisa sukses, maka setiap desainer yang ada di negeri ini harus rajin belajar dan melakukan riset atau penelitian.

Pada tanggal 31 Juli 2012, Iwan Tirta menghembuskan nafasnya yang terakhir. Meskipun telah meninggalkan kita semua, Iwan Tirta telah dikenal sebagai maestro desainer batik yang terkenal di Indonesia dan dunia. Dengan karya-karyanya dan prestasi yang telah dicatatkannya ini, Iwan Tirta telah banyak berjasa bagi bangsa karena sudah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia dengan mengenalkan batik sebagai pusaka dan warisan berharga bagi bangsa dan negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *