Ini Dia 5 Motif Batik Terfavorit

Kalau kamu lihat beberapa literatur soal karya seni batik yang ada di Indonesia maupun di luar negeri,

udah pasti kamu bakalan pusing tujuh keliling. Kenapa? Soalnya karya seni satu ini bisa dibilang nggak

punya pakem, atau prinsip yang benar-benar ketat. Jadi, di sumber-sumber tertulis yang ada disebutkan

kalau batik itu punya ratusan, bahkan ribuan motif karena motif batik sendiri nggak cuma dibedakan dari

daerah pembuat, tapi juga tangan pembatiknya sendiri.

Tapi, dari sekian banyak motif dan tipe yang ada, seenggaknya ada 10 motif batik yang selama ini kita

kenal. Apa aja sih motifnya, yuk kita simak.

Sekar Jagad

Motif ini pertama kali ditemukan di kawasan Yogyakarta dan Solo, terutama di kawasan perbatasannya,

seperti daerah Kabupaten Sleman, Kalasan, hingga Delanggu. Sekar Jagad dipenuhi dengan gambar-

gambar bunga yang memang terkesan tidak beraturan. Nggak ada jenis bunga tertentu yang dipakai.

Beberapa literatur batik menjelaskan kalau Sekar Jagad memiliki makna peta dunia yang

penampakannya nggak sama satu dengan yang lainnya. Motif ini sendiri berkembang sejak abad ke-18.

Sidomukti

Motif ini merupakan salah satu motif andalan kota Yogyakarta. Kenapa dibilang andalan? Karena motif

sidomukti adalah salah satu jenis batik yang wajib dikenakan di acara-acara resmi di lingkungan kraton

Yogyakarta. Motifnya lebih teratur dibanding Sekar Jagad dan memiliki garis yang tegas dan terkesan

formal. Batik Sidomukti biasanya dipenuhi dengan gambar kupu-kupu yang bermakna harapan dan cita-

cita yang tinggi. Ada juga ornamen singgasana dan bunga yang semuanya merupakan pengharapan dan

bentuk doa agar si pemakai dihormati dan dijunjung tinggi oleh orang lain.

Kawung

Motif yang satu ini dipenuhi dengan gambar yang mirip buah kawung. Mungkin buat kamu yang tinggal

di kota masih asing apakah buah kawung itu. Masyarakat kita biasa menyebutnya dengan buah kolang-

kaling. Desainnya sendiri memang sangat teratur dan geometris. Motif Kawung ini merupakan salah satu

motif kuno yang dikenal oleh masyarakat Jogja karena konon dibuat pertama kali di abad 13 dan

didesain langsung oleh Sultan Mataram yang sedang bertahta saat itu. Motif ini juga ditemukan di relief

candi Prambanan. Kawung sendiri memiliki beberapa motif turunan, antara lain Kawung Picis, Kawung

Bribil, dan Kawung Sen.

Sidoluhur

Inilah salah satu motif batik yang memiliki keunikan lainnya. Menurut cerita yang dituturkan dari

generasi ke generasi. Konon, sang pembatik harus menahan napas cukup lama saat membubuhkan tinta

di kain dengan cantingnya. Motif Sidoluhur sendiri pertama kali dibuat oleh Ki Ageng Henis, adik dari

Panembahan Senopati, sang pendiri kerajaan Mataram Jawa. Awalnya motif ini hanya digunakan oleh

keturunan langsung dari Panembahan Senopati. Harapannya, selain menurunkan batik, sang keturunan

juga menurunkan tahta kerajaan.

Megamendung

Keluar dari kawasan Jawa bagian Tengah dan timur, kita juga mengenal motif Megamendung yang

berasal dari Jawa Barat, tepatnya dari Cirebon. Motif ini baru terkenal dan menjadi salah satu motif

favorit masyarakat Indonesia sejak lima hingga 10 tahun lalu. Kenapa desainnya dipenuhi dengan awan-

gemawan? Ini nggak terlepas dari persinggungan leluhur masyarakat Cirebon dengan budaya Tiongkok.

Saat itu bangsa Cina datang ke Cirebon membawa keramik, piring, dan kain yang bermotif awan. Motif

ini menarik perhatian masyarakat lokal dan akhirnya memunculkan ide untuk menuangkannya di atas

kain. Bentuk awan ini juga merupakan nilai-nilai yang dianut oleh mereka penganut Taoisme.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *