Iwan Tirta, Desainer dan Maestro Batik Ternama Indonesia yang Mengahrumkan Nama Bangsa

asep7.png

www.augsburger-allgemeine.de

Bicara tentang batik maka kita tidak bisa melepaskan diri dari satu sosok maestro desainer Indonesia Iwan Tirta. Memiliki nama lengkap Nursjirwan Tirtaamidjaja, Iwan Tirta telah menghadirkan karya-karya batik yang fenomenal. Dengan karya-karya fenomenal inilah maka kemudian pria kelahiran Blora, 18 April 1935 ini menjadi legenda dan maestro. Beberapa prestasi pun telah telah dicacatatkannya dengan membanggakan dan mengharumkan nama bangsa Indoensia. Salah satu prestasi yang telah diukirnya tersebut adalah dikenakan rancangan batiknya oleh para kepala negara di pertemuan APEC tahun 1994. Lalu seperti apakah kisah sang maestro desainer batik Iwan Tirta ini? Berikut ulasannya.

Mengenal Dunia Batik

Iwan Tirta pertama kali mulai bersentuhan dengan batik pada tahun 1960-an. Ketika itu Iwan yang sedang bersekolah di Amerika Serikat sering mendapat pertanyaan tentang budaya negaranya asalnya Indonesia. Dari sinilah yang kemudian membuat Iwan ingin mengenal lebih jauh budaya negerinya sendiri. Terlebih dirinya adalah telah mengenal budaya Jawa ketika orangtuanya menjelma menjadi priayi Jawa. Ketertarikan secara spesifik pada batik muncul saat ada dana hibah dari John D Rockefeller III untuk mempelajari tarian keraton Kesunanan Surakarta. Di sanalah Iwan memutuskan untuk mendalami batik serta juga bertekad mendokumentasi serta melestarikan batik. Pada tahun 1966 hasil dari risetnya ini kemudian di bukukan dengan judul Batik, Patterns and Motifs.

 

Pengetahuan Batik yang Makin Matang

Seiring dengan keseriusannya untuk mendalami batik Indonesia, Iwan makin semakin profesional dan makin matang. Iwan pun menjadikan dirinya sebagai desainer batik dan sekaligus membawa batik menjadi busana yang diterima di luar negeri. Setelah beberapa tahun pengetahuan akan batik makin matang dengan hadirnya buku Batik, A Play of Light and Shades (1996). Ketika sudah semakin mahir, Iwan pun melanjutkan kemampuannya ke seni kriya lainnya. Selain merambah pada unsur perak dan perhiasan, Iwan juga melakukan desain perangkat makan porselen dengan menggunakan motif batik. Hingga tahun 2000, Iwan Tirta juga masih banyak diminta untuk membuat rancangan desain hotel terkemuka, maskapai penerbangan serta seragam pramugarinya.

Pameran Batik Iwan Tirta

Pada tahun 1971, Iwan Tirta menggelar pameran batiknya yang pertama di Jakarta dengan mengusung tema “Menghidupkan motif-motif kuno”. Tak hanya di dalam negeri, Iwan Tirta juga sering diminta menyelenggarakan pameran batik di luar negeri dan juga pada saat ada kunjungan kepala negara asing ke Indonesia saat itu. Pada tahun 1996, Iwan Tirta sendiri mendapat tugas merancang 18 desain batik untuk dikenakan sebagai kemeja 18 Kepala Negara Anggota APEC sewaktu konfrensi di Jakarta.

Makin Berprestasi

Pada tahun 2000-2003, pria lulusan Universitas Indonesia dan Schoool of Economics and School of Oriental & African Studies ini bekerjasama dengan Departemen Perindustrian untuk mendokumentasikan ragam hias batik dan tenun diberbagai daerah. Selain mendokumentasi, dalam kunjungan tersebut, Iwan juga memberikan pelatihan tentang pengembangan batik. Bahkan dalam kerjasama tersebut ada pula pengiriman pengrajin batik ke Bengkel Batik Irwan Tirta untuk belajar selama dua minggu.

Pada tahun 2004, lahirlah perusahaan PT. Pusaka Irwan Tirta yang didirikannya bersama pengusaha Rachmat Gobel dan Lydia Kusuma Hendra. Dalam usahanya ini Iwan melakukan terobosan awal dengan menghadirkan ragam hias Modang (corak kraton) dan Kupu Hokokai (corak Pesisiran). Pada tahun 2007, Iwan Tirta mengadakan sebuah pagelaran “Retropeksi Iwan Tirta-Tading Gendhing” dengan meletakkan kembali posisi batik ke dalam konteks kebudayaan Indonesia yang selama ini sering kali diabaikan.

Kunci Sukses Menjadi Desainer Sukses

Setelah puluhan berkarya dan berprestasi, Iwan membagikan sedikit kunci suksesnya. Menurutnya kunci sukses untuk menjadi desainer batik adalah pendidikan dan riset. Dalam hal ini menurut Iwan negara kita memang sangat kurang. Maka untuk bisa sukses, maka setiap desainer yang ada di negeri ini harus rajin belajar dan melakukan riset atau penelitian.

Menghembuskan Nafas Terakhir

Pada tanggal 31 Juli 2012, Iwan Tirta menghembuskan nafasnya yang terakhir. Meskipun telah meninggalkan kita semua, Iwan Tirta telah dikenal sebagai maestro desainer batik yang terkenal di Indonesia dan dunia. Dengan karya-karyanya dan prestasi yang telah dicatatkannya ini, Iwan Tirta telah banyak berjasa bagi bangsa karena sudah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia dengan mengenalkan batik sebagai pusaka dan warisan berharga bagi bangsa dan negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *