Ini Dia Perbedaan Tinta Alam dan Sintetis

Salah satu tahap untuk membuat batik adalah pewarnaan. Nah, dalam tahap pewarnaan ini motif batik yang sudah diberi lilin akan diwarnai sesuai dengan keinginan. Dalam pewarnaan ini ada beberapa jenis warna yang perlu kita ketahui agar proses pewarnaan ini berjalan dengan baik. Secara umum berdasarkan sumber asalnya zat pewarna pada batik ini ada dua jenis yaitu zat pewarna alami dan zat pewarna buatan atau sintetis.

Pewarna Alami (Natural Dyes)

Zat pewarna alami (natural dyes) adalah zat pewarna yang diperoleh dari hasil ekstrak berbagai bagian tumbuhan seperti akar, kayu, daun, biji ataupun bunga. Zat pewarna alami ini sendiri bisa dibagi lagi menjadi 2 jenis, zat warna substantive yang bisa langsung dicelup dan zat warna adjective yang dapat mencelup serat atau kain jika ditambahkan bahan kimia, seperti garam logam, tannin atau asam tannin dan minyak.

Secara umum pewarna alami yang sampai saat ini terdata oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta ada sekitar 150 jenis tumbuhan.

Pewarna Buatan atau Sintetis (synthetic dyes)

Zat pewarna buatan adalah zat pewarna yang dibuat menurut reaksi-reaksi kimia tertentu. Meski jumlahnya lebih banyak dari pewarna alami, namun pewarna sintetis yang dapat digunakan sebagai pewarna batik ini juga terbatas. Hal ini disebabkan dalam proses pewarnaan batik suhu pencelupan harus pada suhu kamar.

Zat warna sintesis atau buatan yang biasa dipakai untuk mewarnai batik antara lain zat warna napthol untuk pembangkit warna, indigosol untuk warna-warna cerah, indanthrene, dan rapid. Reaksi-reaksi kimia dalam pencampuran tiap zat ini akan menghasilkan warna-warna sesuai keinginan si pembatik.

Warna sintetis saat ini lebih banyak digunakan, walaupun mulai timbul kontroversi soal efek sampingnya untuk lingkungan alam sekitar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *