Cerita Batik, Asal Mula Batik dan Waktu Penemuannya

asep1.png

journeyofkangoyik.blogspot.com

Batik yang kini telah menjadi warisan budaya dunia (world heritage) yang ditetapkan UNESCO pada 2 Oktober 2009 silam tentunya harus membuat kita warga Indonesia bangga dan peduli. Nah salah satu cara untuk menunjukkan rasa kebanggaan dan rasa kepedulian kita terhadap batik ini bisa kita lakukan dengan beragam cara. Selain mengenakan batik, kita juga bisa menunjukkan rasa bangga dan peduli kita pada batik dengan cara mengenal sejarah batik itu sendiri. Bagaimana asal usulnya, waktu ditemukannya dan juga tempat penemuannya. Lalu seperti apakah kisah cerita awal mula batik ini sendiri? Berikut ulasannya.

Penemuan Teknik Serupa Batik

Bila menelusuri lebih jauh teknik pewarnaan kain yang serupa batik ini sebenarnya sudah dijumpai di beberapa tempat di dunia. Seperti pada masyarakat Mesir dimana pada kain pembungkus mumi-nya ditemukan pola yang dilapisi malam. Demikian pula pada masyarakat Tiongkok yang teknik serupa batiknya ditemukan pada semasa Dinasti T’ang (618-907). Selain itu teknik pewarnaan serupa batik ini juga ditemukan di India, di Jepang dan di Afrika yang digunakan oleh Suku Yoruba diNigeria, serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal.

Kehariran Batik Di Indonesia

Di Indonesia sendiri batik diketahui mulai ada pada zaman kerajaan Majapahit dan mulai populer pada akhir abad ke-18 atau awal abad abad ke-19. Batik yang dihasilkan pada masa itu adalah jenis batik tulis. Namun pada awal abad ke 20 atau tepatnya pada sekitar tahun 1920-an, jenis batik cap pun mulai dikenal di Indoensia. Meski kehadiran batik di Jawa ini tidak tercatat dengan jelas, namun para ahli yakin bahwa kata“batik” berasal dari bahasa Jawa.

Asal Batik Indonesia Menurut Pendapat Para Ahli

Menurut J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (sejarawan Indonesia) meyakini bahwa budaya batik di Indonesia berasal dari daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Keyakinan ini menurut mereka didukung oleh sebuah fakta bahwa selain tidak terpengaruh budaya hindu, wilayah-wilayah tersebut juga memang diketahui memiliki tradisi kuno membuat batik. Berbeda dengan J.L.A. Brandes dan F. A. Sutjipto, menurut G.P. Rouffaer teknik batik di Indonesia ini dikenal sejak abad ke-6 atau abad ke-7 dan berasal dari India atau Srilangka. Tapi dalam laporannya yang lain, G.P. Rouffaer mencatat bahwa pola batik gringsing sudah dikenal di Kediri, Jawa Timur sejak abad ke-12. Dengan adanya pola batik gringsing yang hanya bisa dibentuk dengan alat canting tersebut maka menurut Rouffaer alat canting yang digunakan untuk membatik ini sudah ditemukan di Jawa pada masa masa sekitar itu.

 

Cerita Batik di Indonesia Berdasarkan Literatur Melayu

Menurut literatur dari tanah Melayu, batik di Indonesia diperkirakan muncul pada abad ke-17 dari karya sastra Sulalatus Salatin. Dalam karya satsra itu diceritakan Sultan Mahmud yang memerintahkan Laksamana Hang Nadim ke India untuk mendapatkan 140 lembar kain serasah dengan pola 40 jenis bunga di setiap lembarnya. Namun sayangnya laksamana Hang Nadim tidak bisa memenuhi permintaan Sultan Mahmud tersebut. Karena tidak mampu memenuhi perintah itu, Laksamana Hang Nadim kemudian membuat sendiri kain-kain itu. Nah kain serasah yang dimaksud diatas ditafsirkan oleh banyak ahli sebagai kain batik.

Kisah Batik di Indonesia Berdasarkan Literatur Eropa

Berdasarkan literatur atau refensi Eropa kisah batik di Indonesia muncul pertama kali diceritakan dalam buku History of Java yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles. Pada buku itu dikisahkan bahwa pada tahun 1873 Gubernur Inggris Thomas Stamford Raffles mendapatkan hadiah selembar batik dari saudagar Belanda Van Rijekevorsel ketika dirinya berkunjung ke Museum Etnik di Rotterdam di Indonesia. Dari sini batik semakin populer dan mencapai masa keemasannya pada awal abad ke-19 dengan dipamerkannya batik di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *