BELAJAR MEMBATIK DI NINGRAT BATIK LASEM

Saat ini banyak sekali sentra batik yang bermunculan di Lasem, tetapi tidak semua sentra batik menerima kunjungan dari turis, seperti yang dilakukan pada sentra batik Laweyan Solo. Ada satu sentra batik yang dimiliki oleh orang pribumi yaitu bernama Bapak Rifai’i dimana sentra batiknya menerima kunjungan turis. Dengan membayar Rp.15.000,- / orang kita bisa melihat pembuatan Batik Tulis Lasem, serta mendapatkan kain mori ukuran sapu tangan yang sudah dilengkapi dengan motifnya, dan kita bisa membatik didalamnya.

Ningrat Batik berada di desa Sumbergirang, RT/ : 02/8, Lasem, jurusan wisata kuliner Lontong Tuyuhan makanan Khas Lasem. Lokasi Ningrat Batik sangatlah Luas memiliki halaman parkir yang nyaman, dibagian depan terdapat Showroom untuk memajang hasil Batik Tulisnya, sedangakan dibagian belakang dan serambi kanan rumah digunakan untuk proses pembuatan Batik Tulis, kita sebagai Turis bisa dengan leluasa melihat proses pembuatannya, selain itu juga terdapat pemandu yang selalu siap untuk menjelaskan dari awal pembuatan sampai akhir proses pembuatan batik, selian itu ibu – ibu pekerjanya sangatlah ramah bahkan si Turis dipersilahkan untuk ikut membatik.

C517E127-A535-4BAA-9ECE-4C66DEF9E76E.jpgShowroom Ningrat Batik Tulis Lasem (Facebook Ningrat Batik)

Ningrat Batik didirikan oleh Bapak Rifai beserta istri, awal mula mereka merintis usaha batik ini pada akhir tahun 2008. Saat itu mereka hanya memperkerjakan 2 orang saja, karena berka keuletan dan usaha promosi ke semua pihak akhirnya bertambah menjadi 4 orang, kemudian 10 orang, dan sampai sekarang sudah mencapai ± 300 orang. Karyawan yang mereka pekerjakan adalah warga disekitar rumahnya, karena tujuan dari Bapak Rifai dan Istri adalah menciptakan pekerjaan baru bagi warga disekitar rumahnya. Seperti yang kita ketahui bahwa kecamatan Lasem berada di pesisir utara jawa yang mana mayoritas bekerja sebagai nelayan, dan petani, penghasil mereka tidak menentu jika musim panen maka penghasilannya banyak dan begitu sebaliknya jika sedang musim paceklik maka susah sekali untuk mendapatkan penghasilan. Denagn adanya centra batik seperti Ningrat Batik ini maka bisa menjadi penghasilan tambahan yang menjajikan bagi warga di Lasem.

Ternyata tida semua karyawan mengerjakan pembuatan batik di Ningrat batik, karena pada tahapan proses pembuatan batik tertentu bisa dikerjakan dirumah masing – masing, seperti pada proses nglengkrengi, nerusi, dan nembok bisa dikerjakan di rumah masing – masing karyawan. Sedangkan untuk proses ngelir, lorot dan penjemuran wajib dikerjakan di Ningrat Batik dan proses itu dikerjakan sebanyak 10 orang.

Pada dasarnya proses pembuatan Batik Tulis Lasem terdiri dari mengelet, mola, nglengkreng, isen – isen, nerusi, nembok, ngelir, lorot, sampai dengan proses penjemuran. Berikut adalah penjelasan dari tahapan proses pembuatan Batik Tulis Lasem :

  1. Mengetel, menghilangkan kanji dari mori dengan cara membasahi mori tersebut dengan larutan minyak kacang, soda abu, tipol dan air secukupnya. Setelah itu mori diuleni lagi dan dijemur kembali, lalu diuleni dan dijemur kembali. Proses ini diulang sampai tiga minggu lamanya lalu dicuci sampai bersih. Proses ini dilakukan agar nantinya zat warna yang digunakan dalam proses membatik bisa meresap kedalam serat kain dengan sempurna.
  2. Mola, proses memberi pola sesuai dengan motif. Pola batik biasanya sudah dibuat sebelumnya pada kain, bisa dengan cara menjiplak dari pola batik yang sudah ada. Tetapi, tidak jarang pembatik profesional yang sudah mahir langsung menggoreskan pola yang ada diingatan mereka langsung ke kain dengan menggunakan canting.
  3. Nglengkreng,  setelah kain batik diberi pola motif utama, tahap selanjutnya ialah memberikan detail pada motif-motif tersebut. Proses pemberian detail pada motif ini sudah tidak sesulit seperti tahap membuat pola yang dilakukan sebelumnya, namun biasanya proses ini dilakukan oleh pembatik yang sama. Pemberian detail pasa kain batik tentunya disesuaikan dengan motif yang dibuat pada saat pembuatan pola. Proses mola dan nglengkreng  ini membutuhkan waktu yang cukup lama serta paling membutuhkan ketelitian yang tinggi dari para pembatik.859B6003-C633-43EB-9369-DFE85C36B95AProses Nglengkreng di Ningrat Batik
  4. Isen-isen, mengisi bagian-bagian kain yang masih kosong dengan ornamen-ornamen. Proses ini tidak bisa sembarang dilakukan dengan memberikan ornamen, tetapi juga harus memperhatikan motif dari kain batik itu sendiri. Proses ini bagi kalangan yang paham akan motif batik memiliki makna yang berbeda-beda dan menunjukkan kekhasan dari setiap daerah. Isen-isen pada batik Lasem berupa sawut  yang berbeda dengan sawutan pada batik Yogyakarta maupun Solo. Sawut pada batik Lasem lebih seperti garis melengkung yang berkepala diujungnya.1692F4EC-8579-4BBB-A4B8-80D5E2A78E48.jpgProses Isen – Isen di Ningrat Batik
  5. Nerusi,  membatik dengan mengikuti motif pembatikan pertama pada bekas tembusan di sebaliknya. Nerusi tidak berbeda dengan mola dan batikan pertama berfungsi sebagai pola. Tujuan utama nerusi  untuk mempertebal tembusan batikan pertama serta untuk memperjelas sisi lainnya.198877A5-45AC-422A-BEB7-8BB5B17E63E4.jpgProses Nerusi di Batik Ningrat
  6. Nembok, adalah menutup gambar dengan malam. Ini merupakan tahap awal dalam proses pewarnaan batik. Sebuah batikan tentu tidak seluruhnya diberi warna, atau akan diberi warna yang bermacam-macam pada waktu proses penyelesaian menjadi kain. Bagian-bagian yang tidak akan diberi warna, atau akan diberi warna sesudah bagian yang lain, harus ditutup terlebih dahulu dengan malam. Cara menutupnya sama dengan cara membatik bagian lain dengan mempergunakan canting tembokan. Canting yang digunakan untuk proses nembok  yaitu bercukuk besar.8EDA189D-3A47-4FD2-8CB8-BC867C5CCCBB.jpgProses Nembok di Ningrat Batik
  7. Ngelir, yaitu memberi warna pada batik. Batik Lasem dikenal dengan warna merahnya yang khas, seperti warna merah darah ayam, yang tidak bisa ditiru oleh pengrajin batik kota lain. Konon, warna itu tercipta karena unsur mineral dalam air yang dipakai untuk mbabar (salah satu proses pewarnaan).  Dengan warna merah tersebut muncullah batik bangbiru, batik bangjo, serta batik tiga negeri. Batik tiga negeri adalah batik yang diwarnai di tiga tempat: merah di Lasem, sogan di Solo dan biru di Pekalongan. Proses pewarnaan batik sendiri dilakukan dalam sebuah bak khusus pewarnaan.61B25318-FA01-474B-B322-A666E64762D4.jpgProses Ngeliri di Ningrat Batik
  8. Lorot, proses menghilangkan lapisan lilin yang terdapat pada kain dengan cara merebus dalam air panas. Tujuannya untuk memperjelas motif yang telah digambar sebelumnya.4375E6C3-C8DC-49E4-8FE4-F5DE9F010D85.jpgProses Ngloroti di Ningrat Batik
  9. Proses terakhir adalah menjemur kain yang sudah dilorot hingga kering. Kemudian barulah batik yang sudah kering tersebut dilapisi dengan wax serta dipress. Batik siap dipasarkan [9].252FB75B-A485-4600-BB6E-FC52BB788F28.jpgProses penjemuran di Ningrat Batik
  10. Diatas merupakan penjelasan yang disertai foto untuk proses pembuatan Batik Tulis Lasem, semua proses tersebut bisa kita lihat di Nengrat Batik. Menurut penuturan Ibu Rifai bahwa lamanya proses pembuatan satu lembar Batik yang mempunyai pola sederhana membutuhkan waktu selama 1 minggu, sedangkan untuk pola yang sulit bisa membutuhkan waktu lebih lama yaitu hampir 3 bulan. Butuh kesabaran, ketelitian dan keuletan dalam mebuat Batik, karena Batik merupakan karya seni layaknya seperti lukisan, sehingga kita sebagai generasi penerus Bangsa harus bisa melestarikan Batik dan mengenalkan kepada Dunia.

Ternyata setiap tahap pembuatan batik mempunyai nominal penggajian yang berbeda – beda, seperti pada proses Nglengkreng dan Nerusi satu lembar batik dihargai sebesar Rp. 25.000,- untuk pola sederhana, sedangkan untuk pola rumit sebasar Rp. 100.000,- dan uang itu diterima oleh para pembatik jika mereka mengumpulkan hasil kerjanya kepada ibu Rifai. Jadi tinggal berpa banyak ibu – ibu pekerja mampu untuk menyelesaikan proses Nglengkreng dan Nerusi tersebut, semakin banyak yang mereka kumpulkan maka semakin banyak pula upah yang mereka terima. Sedangkan untuk proses Ngloroti dan pewarnaan dihargai sebesar Rp. 10.000,- .

Ningrat Batik lasem ternyat juga melayani pemesanan, dan ternyata pemesan dari Ningrat Batik Lasem ini berasala dari beberapa kota di Indonesia seperti dari Jakarta, Semarang, Surabaya, Jogjakarta, Kudus, Blora, Pati, dan masih banyak kota – kota yang lain. Pemesanan terbanyak yang pernah dialami Ningrat Batik Lasem adalah Customer dari Kudus yaitu sebanyak 556 lembar. Tetapi Ningrat Batik juga melayani pemesanan dalam taraf kecil seperti 10 lembar, 5 lembar, bahkan 2 .

Kisaran harga yang dijual di Ningrat Batik mulai dari Rp. 100.000,- untuk pola sederhana sampai Rp. 4.000.000,- untuk pola yang sulit. Mengapa Batik Tulis sangatlah mahal, karena seni Batik hampir sama dengan seni Lukisan, butuh ketelitian, kesabaran dan keuletan dalam menciptakan karya seni seperti Batik ini, sehingga tugas kita sebagai generasi penerus bangsa adalah melestarikan Batik serta mengenalkan Batik ke mata Dunia. Semoga artikel ini bisa memberikan tambahan wawasan tentang seni batik di Indonesia. Silahkan berkunjung dan belajar di sentra batik yang tersedia di kecamatan Lasem, Rembang, Jawa Tengah.

 

Daftar Pustaka

[1] pena3emas.wordpress.com

 

3 Comments Add yours

  1. arrie setiawsti says:

    Pagi Ningrat Batik Lasem,
    Apakah saya bisa ikut belajar
    membatik di situ? Dan gimana
    jadwal dri kursus, dan berapa
    biaya untk belajar? Tolong
    kasih info yg jelas untk saya.
    Trima kasih sebelumnya.

    1. Remigius Septian says:

      Pagi ibu/Bapak. Mohon maaf kami bukan pengelolanya. Batikplatform.com adalah media tentang batik dan kebudayaan Indonesia. Mungkin Anda bisa mencari kontaknya dari Google.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *